Sultra

DPD PAN Kolaka Tegur Ketua DPC Pomalaa

BUTONPOS.COM, KOLAKA – Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) kabupaten Kolaka melayangkan surat teguran kepada Wandy Syahputra, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PAN Kecamatan Pomalaa.

Teguran kepada Wandy dilakukan atas dasar penilaian, bahwa yang bersangkutan melakukan pelanggaran terkait tindakannya mendukung sekaligus mensosialisasikan salah satu bakal calon bupati dan wakil bupati Kolaka di luar figur pilihan partai.

Teguran pengurus daerah kepada Wandy dikemukakan langsung oleh Ketua DPD PAN kabupaten Kolaka Parmin Dasir, Senin (11/12) kemarin.

“Surat teguran dari (DPD) PAN Kolaka berdasarkan penilaian tertentu kepada yang bersangkutan,” kata Parmin Dasir.

Dikatakan Parmin, surat teguran kepada Wandy bernomor PAN/01.22/A/K-3/01/XII/2017.

“Ini menyangkut sikap partai terkait calon yang diusung PAN, dimana Wandy kita nilai telah mendukung dan mensosialisasikan calon lain. Kita tegur karena tidak sejalan dan tidak mengikuti arahan partai. Bersyukur itu masih teguran,” tegas Parmin yang juga menjabat Ketua DPRD Kolaka itu.

Parmin mengungkapkan bahwa selama ini Wandy terang-terangan mendukung figur lain, dan itu terlihat dari berbagai postingan Wandy di media sosial yang menyatakan dukungan secara terbuka kepada calon lain di luar pasangan Ahmad Safei – Muhammad Jayadin.

“Kita lihat tindakannya selama ini di media sosial secara terang-terangan mendukung yang bukan diusung PAN, makanya kita kasih peringatan dulu, dan kita mintai klarifikasinya,” tambah Parmin.

Terkait dengan penyataan Wandy Syahputra yang mempertanyakan surat teguran tersebut karena menganggap dirinya belum sah sebagai ketua DPC PAN, sebab belum mengantongi SK, Parmin menampiknya.

“Sudah ada SK-nya hanya memang belum kita berikan karena ada verifikasi parpol, dia juga sudah kita sampaikan secara lisan, dan itu sah harusnya dia bersyukur karena dengan adanya surat itu berarti memang dia sudah ketua DPC PAN Pomalaa,” ujarnya.

Parmin juga mengatakan bahwa yang bersangkutan diberi waktu selama tujuh hari untuk menyampaikan klarifikasi atas teguran tersebut.

“Kalau tidak nanti kita akan putuskan mana yang terbaik,” urainya.

Sebelumnya, Wandy Syahputra yang dihubungi secara terpisah mengakui sudah menerima surat teguran dimaksud. Meski demikian dirinya mempertanyakan legalitas surat tersebut.

“Kita dianggap ketua DPC, tapi sampai saat ini tidak ada legalitas seperti SK yang saya terima dari DPD PAN kabupaten kalau seandainya ada pertanyaan dari masyarakat atau dari mana saja, siapa ketua DPC PAN kecamatan Pomalaa saya mau jawab apa. SK saja belum pernah saya diperlihatkan apalagi saya terima,” ungkapnya.

Selain itu Wandy juga mempertanyakan dukungan PAN yang menurutnya tidak pernah disosialisasikan atau dirapatkan terlebih dahulu di internal partai.

“Pernahkah diadakan rapat internal kader, pengurus, dan seluruh ketua DPC se kabupaten Kolaka tentang dukungan partai PAN kepada paslon yang dimaksud,” tanyanya.

Karena menganggap ada yang tidak prosedural dalam proses penentuan bakal calon maka Wandy pun menyatakan sikap tidak akan menanggapi surat teguran dari DPD.

“Tidak perlu saya klarifikasi surat (teguran) itu,” ujarnya. (p12)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker