Muna

Dua Terduga Pelaku Percobaan Pembunuhan Polisi di Muna Diciduk

PUBLIKSATU.COM, MUNA – Setelah lima bulan menjadi buronan Polres Muna, dua warga Kabupaten Buton Tengah (Buteng), La Buhu dan La Ana akhirnya berhasil diciduk. Keduanya diduga kuat terlibat kasus percobaan pembunuhan dengan melemparkan bom ikan kepada tim Satgas perairan Walengkabola, Desa Oempu Kecamatan Tongkuno, Kabupaten Muna. Tim Satgas tersebut terdiri dari aparat Polsek Tongkuno dan beberapa warga yang sedang melakukan patroli pada 30 Januari 2019 lalu.

Pelaku yang berstatus ayah dan anak itu ditangkap tim Jatanras Polres Muna, Jumat (28/6), sekira pukul 04.30 Wita di tempat berbeda. La Ana ditangkap di rumahnya di Kelurahan Bombonawulu. Sedangkan ayahnya, La Buhu dicokok ditempat persembunyiannya di Desa Lowu-Lowu, Kecamatan GU. Saat ditangkap, keduanya tak berkutik.

Di hadapan Polisi, keduanya mengaku melempari perahu yang ditumpangi tim Satgas menggunakan bahan peledak (bom ikan), setelah kepergok akan melakukan pengeboman ikan di pantai Walengkabola. Dalam menjalankan aksinya, mereka berjumlah empat orang. Namun dua tersangka lainnya, La Edu dan Firli saat ini tengah buron. Keduanya dikabarkan lari ke Nabire Papua.

Saat melakukan pengemboman ikan, peran mereka berbeda-beda. La Buhu berperan sebagai motoris perahu dan tukang selam untuk mencari kurumunan ikan di pantai Walengkabola. La Edu sebagai pelempar bom, Ferli sebagai tukang dayung perahu dan La Ana hanya duduk-duduk di atas perahu.

“Baru pertama kali kami akan melakukan pengeboman di Walengkabola. Itu belum sempat karena sudah kedapatan. Kami melemparkan bom ke perahu tim setelah ada tembakan peringatan,” cerita La Buhu.

Kapolres Muna, AKBP Agung Ramos Parentongan Sinaga menerangkan, pihaknya telah lama mengejar para pelaku. Hanya saja mereka selalu berhasil meloloskan diri.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan pasal berlapis yakni percobaan pembunuhan dan UU darurat. “Ancaman pidananya 12 tahun penjara,” kata Agung didampingi Kasat Reskrim, AKP Muh. Ogen Sairi dan Kades Oempu, Hayari Imbu.

Agung menghimbau pada para nelayan agar dalam melakukan aktivitas di laut tidak menggunakan bahan peledak. Bila kedapatan, pihaknya akan menindak tegas. “Kita akan terus lakukan patroli,” ujarnya seraya menambahkan bahwa untuk dua terduga pelaku yang masih buron, akan terus dilakukan pengejaran. (cr1)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker