Buton

Dugaan Mark-Up DD Bahari Makmur Dilatari Politik

BUTONPOS.COM, PASARWAJO – Laporan Amin Taslim yang mengaku warga Desa Bahari Makmur, Kecamatan Siotapina, kepada Polres Buton atas dugaan mark-up penggunaan Dana Desa (DD) tahun 2016 dinilai penuh kepentingan politik. Dia diduga ingin menjatuhkan nama baik Kepala Desa (Kades), Si Tuti, supaya memuluskan jalannya menuju Pemilihan Kades (Pilkades) Bahari Makmur 2018 mendatang.

Kades Bahari Makmur, Si Tuti, melalui kuasa khususnya Irman La Raliy mengatakan, pernyataan Amin Taslim melalui media ini beberapa waktu lalu, membuat masyarakat Bahari Makmur cukup geram. Pasalnya, jika disandingkan dengan hasil di lapangan, yang dinyatakan itu hampir tak ada banarnya.

Hanya Amin Taslim yang menilai keliru atas hasil pekerjaan DD 2016 itu. Selama ini tak ada masyarakat Bahari Makmur yang mempersoalkan. Sebab, semua sudah terlaksana dengan baik dan telah diaudit tim Inspektorat Kabupaten Buton. Lapangan desa itu sekarang sudah dinikmati oleh masyarakat.

“Kalaupun ada masalah, pasti dari dulu menjadi temuan Inspektorat. Tapi alhamdulillah pekerjaan DD di sini aman-aman saja,” ucap Irman La Raliy di kediaman Kades Bahari Makmur, Kamis (7/12).

Menurutnya, pernyataan Amin Taslim merupakan ujaran kebencian yang sengaja diumbar untuk menjatuhkan Kades. Sebab, gaya kepemimpinan Kades Bahari Makmur hingga hari ini masih disukai masyarakat sehingga dicarikan celah untuk digulingkan demi kepentingan politik 2018.

Untuk itu, dia berharap kepada Amin Taslim agar membenahi ulang laporannya di Polres Buton. Pihaknya masih menyikapi persoalan ini secara kekeluargaan dan memberi jalan untuk diselesaikan secara baik-baik.

“Hari ini kami masih toleransi dan memberikan ruang secara kekeluargaan kepada Amin Taslim. Jangan sampai kami sikapi secara hukum kalau dia tidak punya itikad baik. Kami akan melapor balik kalau Amin Taslim tidak mengklarifikasi ulang laporannya terhadap Kepala Desa Bahari Makmur,” tegas Irman La Raliy.

Dia mengungkapkan, ulah Amin Taslim ini nyaris memicu konflik di tengah masyarakat. Hal itu terjadi usai rapat bersama yang melibatkan Kapolsek Siotapina, Camat Siotapina, Babinsa, para tokoh dan hampir seluruh lapisan masyarakat Bahari Makmur. Kendati rapat menghasilkan DD 2016 tak ada masalah, namun masyarakat tetap saja tidak menerima tudingan yang dialamatkan kepada Kadesnya.

“Warga di sini keberatan atas apa yang dikatakan Amin Taslim,” katanya.

Kendati demikian, pihaknya mengimbau seluruh masyarakat Bahari Makmur agar tidak terpancing dengan profokasi Amin Taslim. Percayakan persoalan ini kepada pihak yang berwajib.

Kemudian perlu diketahui, tambahnya, Amin Taslim bukan termasuk penduduk Bahari Makmur. “Orang tuanya memang tinggal di sini, tapi setelah dia (Amin Taslim) menikah, kita tidak tau lagi di mana tinggalnya. Kalau tidak salah, istrinya itu orang bagian Wakatobi sana,” tandasnya. (man)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker