Buteng

Empat Remaja Lakudo Gilir Siswi SMA di Rumah Kosong

PUBLIKSATU.COM, BUTON TENGAH – Sikap Bunga (Samaran, red) mendiamkan upaya pemerkosaan yang menimpa dirinya akhirnya tercium oleh orang tuanya setelah hampir sebulan lamanya. Itu pun diketahui setelah orang tuanya mendengar cerita dari tetangga dekatnya.

Bunga (18) yang masih duduk di bangku kelas 2 salah satu SMA di Buton Tengah itu, hanya bisa curhat sama tetangganya kalau ia sudah digilir empat remaja yang masih satu lingkungan dengannya di Kelurahan Lakudo, Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah (Buteng).

Bunga takut dipukul orang tuanya jika berterus terang dan hanya berani bercerita kepada tetangganya yang masih hubungan Tante dengannya. Namun sang Tante tidak terima dan langsung menyampaikan pada orang tua Bunga.

Betapa kagetnya orang tua Bunga mengetahui anaknya telah disetubuhi yang diduga dilakukan empat remaja di lingkungannya tersebut. Ia pun tidak terima dan langsung melapor ke Polsek Lakudo, Selasa (25/9). Mendapat laporan tersebut, Polsek Lakudo langsung bertindak mengamankan para pelaku.

“Baru tiga yang kami amankan, karena satu tersangka sudah melarikan diri. Keempatnya masih remaja dan tergolong di bawah umur,” ungkap Kapolsek Lakudo AKP Abdul Halim Kaonga ditemui sejumlah media di kantornya, Rabu (26/9).

Halim pun menceritakan kronologis kejadian dugaan pemerkosaan setelah meminta keterangan korban dan ketiga tersangka yang sudah berhasil diamankan.

Kejadiannya sekitar 2 September lalu, ketika remaja AN (16) dan JF (17) sedang bakar-bakar ayam di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekitar pukul 19.30 Wita. Keduanya melihat Bunga tengah duduk-duduk sendiri di balai-balai bambu (Gode-Gode).

Mereka pun mendekati Bunga dan memaksanya masuk di rumah kosong tak jauh dari tempat bakar-bakar ayam. Bunga sempat menolak ketika kedua pelaku mulai menggerayangi bagian-bagian tubuhnya yang paling sensitif, namun takut untuk berteriak.

Sayangnya, polisi mendapatkan pengakuan berbeda dari tersangka dan korban. Untuk itu, korban akan divisum.

“Dua pengakuan yang berbeda ini akan kami kembangkan dengan meminta keterangan dokter Puskesmas Lakudo berdasarkan hasil visum korban,” tutur Halim Kaonga.

Setelah AN dan JF melancarkan aksinya di rumah kosong tersebut, masuk lagi dua rekannya TT (17) dan DH (17) mengambil ‘jatah’.

Pasca kejadian itu, rupanya JF masih penasaran dengan kegagalannya menggagahi Bunga dengan sempurna. Hingga kesempatan itu didapatkannya empat hari kemudian ketika melihat Bunga duduk menyendiri lagi di Gode-Gode.

JF pun mendekati Bunga dan memaksanya masuk ke rumah kosong tempat ia melampiaskan hasratnya semula bersama rekan-rekannya.

“JF, AN dan TT sudah kami amankan dan sekarang mendekam dalam tahanan Polsek Lakudo. Sementara DH masih melarikan diri,” tutur Halim.

Akibat perbuatannya tersebut, keempat tersangka dijerat dengan pasal 285 tentang pemerkosaan karena ada unsur pemaksaan kepada korban dengan ancaman kurungan 12 tahun. “Karena para tersangka masih di bawah umur, kemungkinan mereka dikenakan hukuman sepertiga dari ancaman 12 tahun tersebut,” tutup Halim.(uzi)

Topik
Lagi

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker