Muna

Evaluasi KPPN Kolaka: Serapan Anggaran Selalu Menumpuk Diakhir Tahun

BUTONPOS.COM, KOLAKA – Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) menilai secara umum penyerapan anggaran Satker kementerian lembaga pada tahun 2018 di kabupaten Kolaka cenderung menumpuk pada triwulan IV atau diakhir tahun anggaran berjalan.

Meski lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya, namun KPPN selaku kuasa bendahara umum negara di daerah meminta semua KPA dan PPK betul-betul menjalankan fungsinya secara proporsional, agar penyerapan anggaran bisa lebih maksimal guna memicu pertumbuhan ekonomi di daerah.

Hal tersebut dikemukakan Kepala KPPN Kolaka Abdul Wakhid pada acara penyerahan DIPA Kementerian/Lembaga Tahun 2018 dan penganugerahan KPPN award’s di Aula Sasana Praja Kantor Bupati Kolaka, Senin (18/12) kemarin.

“Harapan pemerintah pusat yaitu penyerapan anggaran secara proporsional agar belanja pemerintah itu betul-betul memicu pertumbuhan ekonomi di daerah,” kata Abdul Wakhid.

Untuk mendukung pencapaian penyerapan anggaran secara proporsional tambah Wakhid, maka KPA dan PPK harus lebih bekerja keras untuk menertibkan Satker dalam hal penyelesaian tagihan negara sesuai norma waktu dan kepatuhan pendaftaran data kontrak ke KPPN.

Pada acara yang juga dihadiri Wakil Bupati Kolaka Muhammad Jayadin dan unsur Forkopimda, Wakhid berharap para pengelola anggaran, terutama KPA, PPK, dan PPSPM telah menyusun rencana kegiatan setelah menerima DIPA 2018.

Itu kata Wakhid sangat penting agar pelaksanaan anggaran dapat berjalan secara efektif dan efisien.

“Selain itu yang harus menjadi perhatian serius adalah pelaksanaan kontrak pengadaan barang dan jasa pemerintah diharapkan sudah ditandatangani sejak Januari 2018,” imbaunya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Kolaka Muhammad Jayadin juga menyatakan imbauannya agar seluruh kepala SKPD/KPA dan PPK sudah harus bekerja mengejar target di awal tahun anggaran, guna menghindari penumpukkan penyerapan jelang akhir tahun.

“Ini penting karena masyarakat kita ingin menikmati hasil kerja tahun yang dibiayai tahun ini, tidak menunggu tahun depan. Karena itu sudah saatnya kita bekerja secara cepat, tepat walau tetap proporsional,” imbaunya.

Untuk diketahui, Dana Alokasi Khusus (DAK) DIPA vertikal tahunn 2018 yang akan dikelola oleh 49 Satker di wilayah KPPN Kolaka yang meliputi Kolaka, Kolut, dan Koltim mencapai Rp 410 miliar.

Angka tersebut meliputi Kolaka sebanyak 27 Satker Rp 283 miliar, Kolaka Utara 15 Satker Rp 96,5 miliar, dan Kolaka Timur sebanyak 8 Satker sebesar Rp 30,4 miliar.

Untuk dana transfer tahun 2018 yang pencairannya dilakukan melalui KPPN Kolaka terdiri dari DAU, DBH, DID, DAK fisik, DAK non Fisik, dan Dana Desa.

Khusus DAU kabupaten Kolaka sebesar Rp 582,7 miliar, Kolut Rp 475,7 miliar, dan Koltim Rp 402,7 miliar. Khusus Dana Bagi Hasil (DBH) Kolaka Rp 69,4 miliar, Kolut Rp 13,5, dan Koltim Rp 11,3 miliar.

Untuk Dana Insentif Daerah (DID) Kolaka memperoleh Rp 16 miliar dan Kolut Rp 24 miliar. DAK Fisik Kolaka Rp 99,4 miliar, Kolut Rp 71,2 miliar, Koltim Rp 55,7 miliar.

DAK Non Fisik kabupaten Kolaka memperoleh Rp 74,3 miliar, Kolut Rp 53,5 miliar, Koltim Rp 46 miliar.

Untuk Dana Desa (DD) kabupaten Kolaka memperoleh Rp 74,9 miliar, Kolut Rp 106 miliar, dan Koltim Rp 84, 4 miliar.

Dengan demikian total dana transfer yang dialokasikan untuk tiga kabupaten mencapai Rp 491,9 miliar. (p12)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker