Baubau

Festival Kota Tua Masuk Event Populer, Kemenpar Terpukau dengan Kekompakan 1.000 Penari Remaja

PUBLIKSATU.COM, BAUBAU – Sebanyak 1.000 penari sukses menampilkan gerakan indah di hadapan tamu dan masyarakat yang memadati Lapangan Lembah Hijau Kota Baubau, Rabu (16/10). Pertunjukan tarian kolosal itu merupakan bagian dari karnaval budaya Festival Kota Tua Keraton Kesultanan Buton.

Hebatnya lagi, para penari tersebut masih berusia belia. Mereka semua siswa SMP dan MTs se-Kota Baubau.

Penari-penari itu memerkan tarian Bhone to Bungke. Tarian ini mengisahkan sejarah Kerajaan Buton saat dipimpin raja Mulae, raja V. Konon, kala itu Kerajaan Buton membendung agresi dari pasukan Kerajaan Tobelo yang dikomandoi Labolontio yang merampas hasil kebun dan menguasai Buton.

Pada akhir tarian, 1.000 remaja tersebut dengan indahnya menampilkan konfigurasi atau membentuk formasi Pesona Indonesia, PO-5 dan Festival Keraton Kesultanan Buton.

Tak pelak, penampilan itu mendapat pujian dari pejabat Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, I Gusti Ngurah Putra. Tenaga Ahli Sekretaris Bidang Komunikasi Publik Kemenpar ini menilai tersebut dengan kekompakan penari-penari tersebut.

“Ini pertama kali saya melihat. Dirigen cukup terampil menggerakkan potensi penari yang ada. Garis komandonya begitu terarah. Kalau kepala OPD mungkin gampang digerakkan Pak Wali. Tapi, anak-anak sekolah ini tentunya karena partisipasi berdasarkan kesadaran,” ujar Ngurah Putra dikonfirmasi usai kegiatan.

Dia menuturkan, Festival Keraton Kesultanan Buton ini masuk dalam 100 kalender iven nasional 2019. Kalibernya setara dengan iven populer lainnya seperti Jember Fashion Carnaval, Banyuwangi Etnho Carnival dan Pesta Kesenian Bali.

“Jadi kami punya tim kurator untuk menyeleksi kegiatan-kegiatan di daerah sebelum ditetapkan masuk 100 kalender iven nasional. Banyak aspek yang dinilai diantaranya efek ekonomi dan kelestarian budayanya, komitmen pemerintah daerah, dilaksanakan berkesinambungan,” urainya.

Menurut dia, pihaknya masih perlu melakukan kajian lagi untuk menentukan apakah Festival Keraton Kesultanan Buton ini tetap masuk dalam 100 kalender iven nasional pada 2020 mendatang.

“Memang setiap saat kita evaluasi. Mekanismenya itu kami meminta dinas pariwisata provinsi untuk meminta dinas pariwisata kabupaten/kota mengajukan iven yang layak untuk ditampilkan secara nasional,” terangnya.

Putra mengakui, pihaknya akan membantu mempromosikan festival ini ke seluruh penjuru dunia. Peranan media massa juga cukup penting dalam membesarkan nama festival ini di luar.

“Kalau kita menggerakkan wisatawan musantara dari luar daerah, mestinya sebulan sudah sudah diekspos. Kami berharap promosi festival ini bisa memotivasi pergerakan wisatawan nusantara dan mancanegara ujung-ujungnya,” pungkasnya.

Sebagai tambahan, karnaval ini juga turut disaksikan kepala daerah ataupun yang mewakili anggota Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Komisariat Wilayah VI, yaitu, Kota Ambon, Tual, Gorontalo, Tomohon, Bitung, Pare-pare, Palopo, Kendari, Makassar, Ternate, Tidore Kepulauan, Manado, Kotamobago, Jayapura, Palu, Bone, dan Baubau selaku tuan rumah.

Tidak hanya itu, 100 lebih peserta ikut tampil dalam karnaval budaya ini antara lain Pemerintah Kabupaten Bone, Paguyuban Jawa serta sejumlah kerukunan keluarga seperti Bombona Wulu, Bali, Karaengta, Makassar, Muna, Wakatobi, Sulawesi Selatan, Tolandona, dan Toraja.

Momen mengharukan terlihat saat peserta dari Bone memulai karnaval budaya. Mereka menyerahkan miniatur patung Arung Palakka kepada Wali Kota Baubau, AS Tamrin. Cinderamata itu diserahkan langsung Bupati Bone, Andi Fahsar Mahdin Padjalangi. AS Tamrin tampak meneteskan air mata saat menerimanya.

Wakil Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse mengatakan bahwa aset utama bangsa ini adalah persatuan, sehingga melalui momentum pelaksanaan pesona tenun karnaval hal tersebut bisa tercapai.

“Melalui ulang tahun Kota Baubau, keharmonisan yang selama ini kita bangun semoga bisa dipertahankan dan kita bina dalam bingkai kebinekaan,” ucap Monianse.

Diacara pesona tenun karnaval terlihat berbagai macam budaya dipersembahkan oleh masing-masing kontingen sembari mengenakan sarung kas Buton.

Monianse juga memberikan ucapan banyak termasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh paguyuban yang telah berpartisipasi untuk menyukseskan pelaksanaan acara pesona tenun festival yang merupakan rangkaian ulang tahun Kota Baubau.

“Kami atas nama Pemerintah Kota Baubau, mengucapkan terima kasi kepada semua pihak yang terlibat untuk menyukseskan acara ini,” kata Ketua PDIP Kota Baubau.

Pemkot Baubau berharap, selain euforia festival budaya keraton yang mengangkat kembali nilai-nilai budaya dan keragaman disamping itu Pemkot juga berharap melalui kegiatan tersebut mampu memajukan ekonomi dari sektor kreatif.

“Kita berharap disamping melastarikan nilai-nilai budaya, disisi yang lain kita mampu mendorong ekonomi disktor kreatif,” harapnya. (exa/p5)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker