Busel

FGD Tol Laut Presiden Jokowi, Busel Berada di ALKI 3

BUTONPOS.COM, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Pemkab Busel) di bawah komando Bupati Agus Feisal Hidayat terus menggenjot percepatan pembangunan daerah yang baru mekar tiga tahun lalu itu. Pemkab Busel melakukan terobosan di daerah hingga di pemerintah pusat.

Seperti upaya yang lakukan dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan tema menakar utilitas rakyat atas Tol Laut Jokowi. FGD ini digelar atas kerja sama Metro TV dan Media Indonesia dengan Pemkab Busel yang digelar di Jakarta, Selasa (19/12).

FGD yang diinisiasi oleh Bupati Busel, Agus Feisal Hidayat dan didukung Media Indonesia dan Metro TV dihadiri oleh berbagai narasumber. Diantaranya Nono Sampono Anggota DPD RI, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Plt Gubernur Sultra Saleh Lasata, Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet, Bupati Busel Agus Feisel Hidayat dan Walikota Baubau AS Tamrin.

Turut hadir berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah pusat, unsur akademisi dari beberapa perguruan tinggi, beberapa lembaga riset, serta pihak-pihak yang terkait dengan pembangunan tol laut seperti Kementerian Perhubungan, Pelindo. Hadir juga mantan Bupati Buton dua periode Sjafei Kahar, tokoh masyarakat Busel La Ode Alirman.

Acara FGD dibuka Direktur Utama Metro TV Suryo Pratomo. Sedangkan jalannya acara dipandu Direktur Media Indonesia Usman Kansong.

Nono Sampono selaku key note speaker menyebutkan tentang alasan dan strategi Jokowi untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Ia juga memaparkan tentang kondisi dan prospek transportasi laut dunia khususnya di wilayah Asia. Juga tentang posisi strategis, potensi, serta peran Indonesia dalam pengelolaan kemaritiman dan tranportasi laut, serta prospek Indonesia dalam berperan dan ancaman yang terjadi bila Indonesia tidak pandai memanfaatkan situasi perekonomian dan keamanan yang terkait dengan kemaritiman Indonesia.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Gubernur Sultra Saleh Lasata masing-masing memaparkan prinsipnya menyampaikan potensi daerah baik sumber daya alam, sumber daya manusia. Mereka juga mengakui masih adanya ketimpangan pembangunan antara wilayah Indonesia Barat dan Wilayah Indonesia Timur. Karena itu meminta adanya dukungan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat di Indoneaia bagian Timur.

Walikota Baubau AS Tamrin memaparkan, peran Baubau dalam rangka mendistribusikan barang dan jasa di kawasan regional Sultra khususnya di wilayah kepulauan hingga Indonesia Timur. Disamping itu juga memaparkan tentang kesiapan dalam mendukung Tol Laut Jokowi.

Sementara itu, Bupati Busel Agus Feisal Hidayat memaparkan tentang potensi letak geografis Busel yang strategis. Menurutnya, kabupaten yang baru mekar tiga tahun lalu itu sangat strategis, karena berada dalam wilayah Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) 3. Untuk kesiapan daerah dari potensi sektor sumber daya alam dan potensi lainnya kesiapan daerah sangat berpotensi.

“Busel sangat berpotensi sehingga mampu menjadi penyangga dan wilayah pengembangan infratruktur kemaritiman wilayah Indonesia Timur, khususnya di jazirah Sulawesi dalam mendukung program Tol Laut Presiden Jokowi,” terangnya.

Terungkap dalam FGD makna dari Tol Laut Jokowi yang pada intinya untuk membangun transportasi laut yang handal sebagai alternatif untuk mempercepat pembangunan daerah, menciptakan simpul-simpul ekonomi, mempersempit kesenjangan antara wilayah Barat dan Timur Indonesia dan keadilan dalam pembangunan.

FGD ini diharapkan menjadi masukan dan evaluasi serta bahan dalam menyusun kebijakan dalam membangun Tol Laut Presiden Jokowi. Dan kesiapan daerah dalam menyiapkan program strategi percepatan kesiapan SDA dan SDM dalam pembangunan tersebut. (aga)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker