Muna

Ganti Mukmin Naini, Radjab Biku Butuh 20 Suara Aleg

BUTONPOS.COM, MUNA – Impian Abdul Radjab Biku menjadi Ketua DPRD Muna menggantikan Mukmin Naini tidak semudah yang dibayangkan. Masih ada proses yang harus dilalui yakni, melalui rapat paripurna. Nasib politisi PAN itu ada pada anggota legislatif (Aleg).

Dari 30 jumlah anggota DPRD, Radjab butuh 2/3 atau 20 suara para wakik rakyat. Sementara Mukmin Naini masih bisa melakukan perlawanan dan hanya butuh 11 suara. Peluang Radjab sangat kecil. Apalagi berhembus isu Mukmin Naini tengah mengumpulkan rekan-rekannya untuk tetap mendukungnya.

Toh, bilamana Radjab gagal, maka posisi Ketua DPRD tetap berada di tangan Mukmin. Partai tidak bisa lagi mengusulkan pergantian. Pasalnya, usulan hanya sekali dilakukan.

DPD PAN Muna pun tidak tinggal diam. Mereka mulai lakukan konsolidasi di kalangan dewan. “Kita sudah perintahkan ketua fraksi dan calon ketua melakukan komunikasi dengan anggota dewan,” kata Lukman Rachman, Sekretaris DPD PAN Muna seraya berharap pimpinan dan anggota dewan cepat memproses pergantian ketua.

Dilansir sebelumnya, DPD PAN Muna mengusulkan Pergantian Antar Waktu (PAW) Mukmin Naini. Surat usulan pergantian itu diserahkan oleh Kepala Sekretariat DPD PAN Muna, Sarman kepada Plt Sekwan, Usman.

Partai yang mengantarkan Mukmin duduk DPRD Muna itu sudah tidak menginginkannya lagi menjadi pimpinan dewan. Sebagai penggantinya, ditawarkan Abdul Radjab Biku yang juga saat ini menjabat anggota DPRD Muna.

Lukman Rachman mengatakan, usulan pergantian/penggeseran Mukmin itu berdasarkan rapat pleno partai. Seluruh kader dan pengurus partai berlambang matahari terbit itu sepakat agar Mukmin diganti. Salah satu alasanya adalah, karena Mukmin dianggap sudah tidak loyal dan tidak patuh lagi terhadap partai.

“Semua kader dan pengurus partai menginginkan agar diganti. Pergantian itu juga telah mendapat restu dari DPP,” ungkap Lukman.

Pria yang kerap disapa Uke itu membeberkan, selama menjabat sebagai Ketua DPRD, Mukmin jarang melibatkan diri pada urusan kepartaian. Buktinya, saat verifikasi partai yang dilakukan KPU, Mukmin yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris DPD PAN, tidak pernah terlihat batang hidungnya di Sekretariat partai.

“Pergantian ini juga sebagai bentuk penyegaran. Dia (Mukmin) tetap menjadi anggota DPRD, hanya posisinya saja sebagai pimpinan diganti,” ungkapnya.

Koleganya, Muhamad Rahayu Walendo, Wakil Ketua PAN Bidang Pengkaderan menaruh harapan pada Mukmin untuk bisa lego melepas jabatanya. Bilamana Mukmin melakukan perlawanan alias ngotot mempertahankan posisinya, maka PAN tidak segan-segan memberikan sanksi yang lebih tegas. “Bisa jadi langsung pemecatan,” tegasnya.

Ia pun berharap kepada seluruh anggota DPRD Muna dapat memproses usulan pergantian itu. Karena, di PAN sendiri tidak bisa lagi mempertahankan Mukmin.

Sementara itu, Plt Sekwan Muna, Usman membenarkan telah menerima usulan pergantian Mukmin itu dari PAN. Selanjutnya, surat usulan tersebut akan diserahkan ke pimpinan dewan untuk di proses. “Ada mekanisme yang harus dilalui. Pergantianya harus melalui rapat paripurna,” ujar Usman.

Selain menerima usulan pergantian Ketua DPRD, tambah dia, pihaknya juga telah menerima pemberitahuan pergantian Ketua Fraksi PAN dari La Sanusi ke Awaluddin. “Karena fraksi bukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD), jadi kami hanya menerima pemberitahuan dari partai,” tandasnya. (cr1)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker