Sultra

Gubernur Sultra dan URI Teken MoU, Kerjasama Bidang Pengembangan Perikanan, Perpustakaan, dan Pengembagan RS Jantung

DALAM upaya penguatan program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra), Gubernur, Ali Mazi SH, menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Rhode Island Amerika Serikat, Rabu (16/10).

MoU tersebut dalam rangka kerj sama di tiga bidang utama, yakni pengembangan Perpustakaan, Pengembangan, Konservasi Bidang Kelautan Perikanan dan Pertambangan, dan Pengembangan dan Alih Teknologi di Bidang Kedokteran khususnya di bidang Pelayanan dan Bedah Jantung.

Penandatangan MoU ini dilakukan antara Gubernur Sultra H Ali Mazi dan Rektor Universitas Rhode Island, Prof David Dooley, disaksikan tiga kepala daerah, yakni Bupati Konawe Selatan, Surunuddin Dangga, Bupati Kolaka, Ahmad Safei, dan Walikota Kendari, Sulkarnain Kadir, serta tiga organisasi pemerintah daerah (OPD), yakni Kepala Bappeda, Kabalitbang, dan Kabid Ciptakarya.

Sedangkan dari Pihak Universitas Rhode Island, ikut menyaksikan, Dekan Fakultas Kedokteran dan Keperawatan, Prof Barbara Wolfe, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Prof Gary Ligouri, Dekan/Direktur Perpustastakaan, Prof Karim Boughida, dan beberapa guru besar di bidang Geosains, Inovasi dan Kewirausahaan dan Ketua Yayasan Pengembangan Universitas, Katherine Flynn.

Gubernur Sultra Ali Mazi mengatakan, pihaknya mengucapkan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Rektor Universitas Rhode Island atas undangan yang telah diberikan kepada Pemrov Sultra, sebagai kunjugan balasan Presiden URI ke Pemda Sultra, Bulan Januari 2018.

“Kami sangat berbahagia bisa hadir di tempat ini, di kawasan universitas yang bersih dan asri. Universitas yang kami ketahui memiliki sejarah panjang di bidang pengembangan ilmu pengetahuan, khusunya sebagai salah satu universitas di Amerika yang telah memiliki pengalaman kerjasama yang luas, dengan pemerintah Indonesia. Baik dengan sesama mitra perguruan tinggi maupun dengan pemerintah pusat dan daerah,” ulas Ali Mazi.

Untuk itu, lanjutnya, hari ini adalah suatu kebahagian yang spesial bagi Pemprov Sultra sebagai salah satu pemerintah daerah di Indonesia, yang bisa menjajaki kerangka kerjasama dengan sebuah universitas utama di Amerika Serikat. Dimana pada hari ini dimulai dengan Penandatanganan MOU antara Pemda Sultra dan Universitas of Rhode Island.

“Saya memperkenalkan anggota delegasi yang mendampingi saya (dimohon masing-masing berdiri), yakni Bapak Surunuddin Dangga (Bupati Konawe Selatan), Bapak Ahmad Safei (Bupati Kolaka) dan Bapak Sulkarnain Kadir (Walikota Kendari. Juga ikut beberapa Kepala Organisasi Pemerintah Daerah, yakni Saudara Johannes Robert (Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah), Saudara Sukanto Toding (Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan), dan Saudara Pantja Widya (Kepala Bidang Cipta Karya). Kemudian, juga ikut bersama kami tenaga ahli dari unsur perguruan tinggi, yakni Profesor La Sara (Dekan Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Haluoleo) dan Asosiate Profesor Yusri Zamhuri (Kepala Pusat Pembangunan Berkelanjutan/SDGs Universitas Hasanuddin),” jelasnya.

Dengan kehadiran Pemprov Sultra yang telah mewakili unsur-unsur strategis it, kata Ali Mazi menunjukkan kesungguhan Pemprov Sultra untuk membuka ruang kerjasama yang lebih luas kepada semua pihak, demi terwujudnya percepatan pencapaian visi-misi dan stretegi kebijakan pembangunan Sultra ke depan.

“Dari beberapa item kerjasama yang akan ditandatangani hari ini, diantaranya di Bidang Pengembangan Sumberdaya Manusia utamanya bagi para dosen dan aparatur sipil negara, kerjasama di Bidang Pengelolaan Informasi, Inovasi dan Kepustakaan, Penelitian Keanekaragaman hayati, dan konservasi utamanya di bidang Perikanan, kelautan dan pertambangan,” paparnya.

Menurutnya, sektor-sektor strategis pembangunan Sultra ke depan memang harus dikelola secara akademis, profesional, dan berkelanjutan. Sehingga bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Sultra.

“Saya berharap bahwa penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pemda Sulawesi Tenggara dan Universitas Rhode Island, hari ini, adalah suatu langkah awal yang baik bagi kedua belah pihak, untuk dapat berkolaborasi dan bersinergi, disatu sisi bagi Universitas Rhode Island. Dimana wilayah Sulawesi Tenggara adalah suatu laboratorium besar yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dimana Pemerintah Sulawesi Tenggara dapat memanfaatkan hasil-hasil penelitian, kerjasama dan pendampingan dari Universitas Rhode Island sebagai dasar akademis dan ilmiah untuk pelaksanaan program kegiatan pada sektor-sektor strategis yang saya sebutkan di atas,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, setelah acara penandatangan MoU, Gubernur Sultra dijamu makan siang oleh rektor dan segenap sivitas akedemika Universitas Rhode Island. Pada acara makan siang, gubernur berkesempatan berdialog dengan mahasiswa Indonesia di Rhode Island, dan beberapa Mahasiswa Asing (Rhode Island), yang telah berkesempatan melakukan penelitian di daerah Sultra di kawasan perairan Wakatobi dan Rawa Aopa, Konawe Selatan.

Acara dilanjutkan rombongan Gubernur berkunjug ke pusat-pusat penelitian dan pengembangan Universitas Rhode Island, seperti Laboratorium Oseonografi, Laboratorium Pembudidayaan Tuna, Kapal Eksplorasi Laut dan ditutup dengan kunjungan ke Istana Gubernur dan Kantor DPR-Senat Rhode Island di Kota Providence. Rhode Island, Amerika Serikat. (m1)

Adapun secara detail beberapa agenda yang akan dikerjasamakan adalah sebagai berikut:
1) Pendidikan akademik dalam program-program gelar Universitas,
2). Pelatihan jangka pendek oleh dosen dan peneliti Universitas,
3). Pendaftaran mahasiswa-mahasiwa Sulawesi Tenggara pada program
tingkat sarjana dan/atau pasca sarjana,
4). Kegiatan-kegiatan penelitian oleh dosen dan peneliti Universitas,
5). Keikutsertaan dalam seminar-seminar dan pertemuan-pertemuan
akademik.
6). Program-program akademik jangka pendek khusus.
7). Konsultasi-konsultasi dan lokakarya-lokakarya penyuluhan
8). Proyek-proyek pengembangan staf Pemerintah Daerah.
9). Pelatihan dan pengembangan sumberdaya manusia bidang
perpustakaan dan kesehatan daerah Sulawesi Tenggara.
10). Kerjasama dalam bidang penelitian dan pengembangan keanekaragaman
hayati (biodiversity) dan keberlanjutan (sustainability) dan konservasi
terutama bidang pertambangan dan perikanan dan kelautan di Sulawesi
Tenggara.
11). Konservasi keanekaragaman hayati (biodiversity) dalam kemitraan
bersama dengan Taman Nasional Rawa Aopa, termasuk untuk perlindungan Kura-Kura Kotak Asia Tenggara (Cuora amboinensis) yang diakui sebagai warisan alam Sulawesi Tenggara.

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker