Baubau

Gunakan Parang saat Mencuri, Dua Mama Muda Asal Baubau dan Buteng Diringkus Polisi

PUBLIKSATU.COM, BAUBAU – Dua mama muda asal Kota Baubau dan Buton Tengah berinisial WFA (22) dan F (22) yang beraksi di jalan Laelangi Kelurahan Lanto, Kecamatan Batupoaro beberapa waktu lalu diringkus Satuan Reskrim Polres Baubau.

Keduanya di ringkus tim opsnal Satuan Reskrim Polres Baubau di Lakudo Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah.

WFA kesehariannya berdomisili di belakang Kantor DPRD Kota Baubau Kelurahan Bukit Wolio Indah, Wolio, Kota Baubau yang tidak memiliki pekerjaan.

Sementara F warga lingkungan Katibu, Kelurahan Watolo, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, juga Tidak mempunyai pekerjaan tetap.

AIPDA Asrarudin Kanit Satu Reskrim Polres Baubau mengatakan, bermula korban pulang ke rumah dan ketika sampai di rumah saat itu korban melihat pintu samping rumah
sudah dalam keadaan terbuka. Korban pun kemudian menuju kearah jendela kamar anak dan melihat saat itu di jendela kamar anak ada tangga yang terpasang menuju ke arah ventilasii kamar yang juga sudah dirusak.

Korban pun kemudian menuju ke pintu depan untuk membuka pintu rumah, namun saat itu pintu depan rumah terkunci dari dalam sehingga korban pun memanggil sepupunya untuk membuka grendel pintu rumah lewat jendela.

Setelah pintu rumah terbuka, mereka langsung menuju ke kamar korban dan melihat pintu lemari di dalam kamar sudah dalam keadaan terbuka, dan saat itu juga di dalam kamar tersebut ditemukan sebilah parang yang menurut korban parang tersebut digunakan oleh pelaku saat mencungkil pintu lemarinya.

Tak lama setelah itu korban menghubungi anak Korban untuk pulang ke rumah dan membuka rekaman CCTV yang ada. Dari rekaman CCTV itulah korban mengetahui kalau di rumah korban telah terjadi tindak pidana pencurian.

“Bahwa pada saat lelaku melakukan tindak pidana pencurian tersebut saat itu pelaku masuk ke dalam rumah melalui ventilasi kamar di rumah tersebut dengan cara dirusak. Kemudian saat pelaku sudah berada di dalam kamar di rumah tersebut, pelaku mengambil sebilah parang yang berada di dapur rumah tersebut kemudian menusak pintu lemari dengan cara mencungkil,” kata Aipda Asrarudin saat konfrensi pers di gedung Humas Polres Baubau, Jumat (19/7/2019).

“Setelah pintu lemari pakaian terbuka saat itu didalam lemari pakaian pelaku melihat ada kantungan plastik berwama hitam, dan ketika pelaku membuka kantungan plastik tersebut, ternyata di dalamnya ada sejumlah uang pecahan Seratus Ribu Rupiah yang diikat dengan menggunakan karet, yang mana uang tersebut menurut korban berjumlah Rp 60 Juta. Kemudian setelah mengambil uang tersebut lelaku langsung ke luar dari rumah melalui ventilasi tempat masuk Pelaku sebelumnya,” jelasnya.

Lanjut ia, dalam melancarkan aksi pencurian tersebut WFA berperan masuk ke dalam rumah, sementara F menunggu di sepeda motor dengan jarak 10 meter dari WFA saat masuk ke dalam rumah.

“Behwa dari hasil kejahatan yang dilakukan oleh pelaku saat itu, uang yang telah dicuri, tersebut digunakan oleh pelaku diantaranya ada yang diberikan kepada keluarga pelaku kemudian pelaku juga memakai uang dari hasil curian tersebut dengan membeli barang-barang serta digunakan untuk membiayai kehidupan sehari-hari pelaku. Total kerugian korban kerugian materil yang dialami oleh korban akibat kejadian tersebut sebesar Rp 60 juta,” pungkasnya.

Pasal yang dipersangkakan kedua pelaku yakni Pencurian Dengan Pemberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 Ayat (1) Ke-4e, 5e KUHPidana, dengan ancaman hukuman 7 tahun. (cro1)

Barang Bukti Yang diamankan

Satu uit Sepeda Motor Yamaha Mio Z Wama Silver dengan Nomor Polisi B 4316 BJY.

Sebilah Parang

Berikut daftar belajan Tersangka dari Uang curian tersebut :

Satu unit DVD Player Merek GMC Warna Merah

Dua buah Lemari Olympic Wama Coklat

Satu buah Koper Merek Navi Wama Biru dengan isi Satu Buah Tas Ransel Warna Hitam

Satu buah tas Selempang Warna Hitam

Sepuluh lembar Pakaian Anak-Anak

Sepuluh lembar Pakaian Dewasa

Satu buah dompet Merek Ripcurl Wama Merah Muda

Satu Buah Headset Bluetooth Merek LG Wana Merah Hitam

Satu Buah Tas Merek Polo Wama Merah

Satu Unit Handphone Merek Oppo F11 Wama Biru

Satu Buah Catok Rambut Merek Kemei Wama Merah Hitam

Satu Buah Tas Selempang Warna Coklat Berisi Uang Sebesar Rp.120.000- (Seratus Dua Puluh Ribu Rupiah)

Satu Buah Tas Kecil Warna Biru Berisi Kosmetik

Satu Buah Kalung, Gelang dan Cincin Wama Kuning Emas

Dua Buah Kacamata Warna Hitam dan Coklat

Satu Pasang Sendal Anak-Anak Warna Hijau

Satu Buah Tas Ransel Warna Hitam dengan isi

Dua Lembar Baju Orang Dewasa

Satu Buah Dompet Warna Merah Muda

Satu Unit Handphone Merek Oppo ASS Warna Hitam

Satu Buah Lemari Etalase

Sementara dari rumah pelaku polisi mengamankan uang yang belum di belanjakan dengan rincian :

Uang Tunai Sebesar Rp. 5.100.000,- (Lima Juta Seratus Ribu Rupiah)
Buku Rekening Beserta kartu ATM Bank BNI

Uang Tunai Rp. 500.000-(Lima Ratus Ribu Rupiah)

Uang Tunai Rp. 8.300.000,-(Delapan Juta Tiga Ratus Ribu Rupiah)

Uang Tunai Rp. 2.000.000,- (Dua Juta Rupiah)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker