Buteng

Guru Honorer PAUD di Buteng Digaji dari Dana Desa

PUBLIKSATU.COM, BUTON TENGAH – Setelah sebelumnya digaji melalui honor daerah (Honda) Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Buteng) bersama guru honorer SD dan SMP, kini guru honor Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau TK di Kabupaten Buteng dialihkan ke dana desa untuk membiayai gaji mereka.

Menurut Kadis Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Buteng, Abdullah, pengalihan` pembayaran honor guru honorer PAUD di Buteng ke dana desa disebabkan berkurangnya anggaran Honda tahun 2019. Bila tahun 2018 lalu mencapai Rp 9,6 miliar lebih, maka tahun ini turun menjadi Rp 4,5 miliar.

“Untuk mengatasi kekurangan anggaran dengan jumlah honorer yang ada, maka untuk guru honorer PAUD kita alihkan ke dana desa untuk membayar honor mereka,” ungkap Abdullah.

Tak hanya itu, imbas dari berkurangnya anggaran Honda itu, pihaknya akan kembali melakukan seleksi ketat kepada guru honorer SD dan SMP dengan beberapa persyaratan. Diantaranya, harus sarjana, punya akta IV, dan beban kerja 24 jam.

Pasalnya, kata Abdullah, selama ini guru honorer di Buteng kebanyakan tamatan SMA dan bahkan ada yang tamatan SMP honor menjadi guru TK atau SD. Kemudian hanya diberikan beban kerja mengajar empat jam atau lima jam saja, sehingga pada akhirnya hanya dijadikan kerja sampingan saja.

Dengan kondisi tersebut menjadi salah satu faktor menurunnya kualitas pendidikan di Kabupaten Buteng. Maka itu, Dinas Dikbud Buteng akan mulai memperbaikinya tahun 2019 dengan melakukan seleksi ketat untuk mendapatkan guru honorer yang memenuhi syarat.

“Hal ini kita lakukan untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Buteng, sekaligus menyesuaikan jumlah honorer yang memenuhi syarat dengan kemampuan anggaran yang ada. Termasuk guru honorer PAUD, pembayaran honornya kita alihkan ke dana desa,” tuturnya.

Dengan begitu, guru honorer di Buteng yang sebelumnya berjumlah 946 orang akan dikurangi menjadi 387 orang dan mendapat gaji dari Honda sebanyak Rp 1.080.000 per bulan.

Terpisah, Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Zainal Oda, mengaku pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan Dinas Dikbud yang dipimpin bupati terkait pengalihan pembayaran honor guru PAUD dari Honda ke dana desa dan sudah disepakati bersama.

“Hasil rakor itu kita sudah tindak lanjuti ke desa-desa dan alhamdulillah masing-masing desa menganggarkan Rp 1 juta per bulannya untuk gaji setiap guru honor PAUD di desanya masing-masing,” ungkap Zainal Oda ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.

Setiap desa, kata dia, jumlah guru honorer PAUD berbeda-beda. Ada yang hanya satu orang, dua, hingga tiga orang. “Ini harus diprioritaskan masing-masing desa, karena merupakan salah satu program juga dari Kementerian Desa untuk menggaji guru honorer PAUD. Termasuk kebutuhan sarana dan prasarananya seperti alat-alat permainan dan bahkan pembangunan gedung PAUD-nya sendiri,” pungkasnya.(uzi)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker