Hukum

Hak Jawab Berita “Berniat Kredit Rp. 1,2 M, Malah Tertipu Rp Rp. 69 Juta”

Utcok Jimmi Lamhot SH, advokat dan konsultan hukum dari kantor hukum UTCOK JIMMI LAMHOT, SH & PARTNERS bertindak untuk dan atas nama klien ALLAN JONES KURNIAWAN yang tinggal di Jalan Bogowonto Nomor 41, Kelurahan Darmo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, pada Selasa, 11 Februari 2020, mengirimkan hak jawab sebagai berikut:

1. Bahwa dalam peliputan media online Publiksatu.com pada hari Selasa tanggal 23 April 2019, telah diterbitkan berita tentang klien kami dengan judul berit “Berniat Kredit Rp. 1,2 M, Malah Tertipu Rp Rp. 69 Juta”, dengan inisial peliput berita YUA/RUD dalam pemberitaan tersebut terdapat kekeliruan dalam pemuatannya, dan di publikasikan kepada pembaca-pembaca masyarakat Indonesia melalui Media Online tanpa adanya koreksi dan klrarifikasi kebenaran berita tersebut, maka kami anggap itu pemberitaan yang tidak benar atau hoaxs dan sangat merugikan klien kami

2. Bahwa dengan demikian berita yang telah di publikasikan dan dibaca oleh pembaca-pembaca dalam media online Publiksatu.com tersebut telah tersebar di masyarakat luas khususnya

3. Bahwa berita yang diliput oleh media online Publiksatu.com itu juga tidak pernah ada, termasuk nama-nama yang ada dalam berita media online Publiksatu.com tersebut tidak diketahui dan tidak ada yang kenal, dan klien kami merasa berita itu tidak benar sama sekali dan nama baiknya telah dicemarkan serta merasa dirugikan oleh pihak media online Publiksatu.com

Pernyataan Penilaian dan Rekomendasi (PPR) Dewan Pers Nomor: 1/PPR-DP/II/2020 tentang pengaduan Allan Jones Kurniawan terhadap media siber Publiksatu.com
Pernyataan Penilaian dan Rekomendasi (PPR) Dewan Pers Nomor: 1/PPR-DP/II/2020 tentang pengaduan Allan Jones Kurniawan terhadap media siber Publiksatu.com
Pernyataan Penilaian dan Rekomendasi (PPR) Dewan Pers Nomor: 1/PPR-DP/II/2020 tentang pengaduan Allan Jones Kurniawan terhadap media siber Publiksatu.com

4. Bahwa justru Publiksatu.com (PT. Radar Buton) telah menghapus berita tersebut adalah suatu pelanggaran dan dianggap menghilangkan bukti-bukti, dan Publiksatu.com (PT Radar Buton) tidak memberikan alasan penghapusan dan tidak diumumkan kepada publik, tanpa juga perintah dari pengadilan

5. Bahwa setelah adanya Hak Jawab klien kami pada 18 Mei 2019, hingga saat Hak Jawab ini dibuat kembali, media online Publiksatu.com tidak dapat memahami keinginan klien kami, dalam pemberitaan tersebut juga terdapat kekeliruan informasi kembali, sehingga Hak Jawab yang diterbitkan pada tanggal 18 Mei 2019 tersebut menjadi bias dan tidak jelas

6. Bahwa klien kami dalam laporannya di Polrestabes Surabaya, bukanlah perkara kasus penggelapan, melainkan kasus Tipikor yang ditangani di Polrestabes Surabaya dengan terlapor yang berbeda, maka berita itu masih belum benar-benar akurat dan media online Publiksatu.com tidak ada sama sekali mengklarifikasi kepada klien kami tentang Hak Jawabnya tersebut serta tidak ada permintaan maaf kepada klien kami secara terbuka melalui berita online yang dimuat tersebut

7. Bahwa penilaian tersebut didasarkan adanya fakta pemberitaan memang disusun tidak berdasarkan data yang dapat diuji kebenarannya, serta klien kami juga sama sekali tidak pernah dimintakan keterangan atau klarifikasi apapun mengenai pemberitaan tersebut baik dalam Hak Jawabnya sekalipun

8. Bahwa selain itu, klien kami merupakan seorang pribadi yang tunduk dan patuh terhadap hukum yang berlaku dinegara Indonesia ini, maka tuduhan-tuduhan yang disebutkan dalam pemberitaan hanyalah karangan penulis sajah yang tidak diklarifikasi kepda klien kami sehingga menjadi pemberitaan yang tidak akurat dan tidak benar adanya.

9. Bahwa dalam peliputan media online Publiksatu.com pada 23 April 2019, telah diterbitkan berita tentang klien kami dengan judul berita “BERNIAT KREDIT Rp 1,2 M MALAH TERTIPU Rp 69 JUTA” Diduga melibatkan salah satu pensiunan Bank milik pemerintah, Allan Jones Kurniawan sebagai pelapor yang melaporkan MPS ke polisi dan merasa ditipu uang sebesar Rp. 69.000.000,- (enam puluh sembilan juta rupiah) yang diduga untuk operasional dan memuluskan pencairan pinjaman sebesar Rp. 1.200.000.000.00,- (satu milliar dua ratus juta rupiah) yang saat itu dalam berita laporan tersebut diterima Unit Reserse Mobile (Resmob) Polrestabes Surabaya”, adalah berita tidak benar

10. bahwa dalam peliputan media online Publksatu.com pada tanggal 23 April 2019, telah diterbitkan berita tentang klien kami dengan judul berita “BERNIAT KREDIT Rp 1,2 M MALAH TERTIPU Rp 69 JUTA” dengan inisial peliput berita YUA / RUD. secara keseluruhan isi pemberitaan tersebut adalah tidak benar

11. bahwa dalam peliputan media online Publiksatu.com pada tanggal 23 April 2019, telah diterbitkan berita tentang klien kami dengan judul berita “BERNIAT KREDIT Rp 1,2 M MALAH TERTIPU Rp 69 JUTA” ini telah dihapus dan tidad ada klarifikasi atau konfirmasi dahulu kepada klien kami mengenai kebenaran berita online tersebut, dikarenakan berita tersebut pernah beredar dalam berita online.

12. Bahwa pada tanggal 24 Mei 2019 medial online publiksatu.com diadukan oleh kami selaku Kuasa Hukum dari Allan Jones Kurniawan Kepada Dewan Pers yang pada pokoknya pengaduan tersebut berisi tentang ketidak profesionalan media online Publiksatu.com sebagai pers daengan tidak mengindahkan Undan-undang pers dan Kode Etik Jurnalisik, terlebih pemberitaan tersebut telah dibaca oleh masyarakat luas, dengan menggunakan Media Online.

13. Bahwa pada tanggal 5 Februari 2020 telah terbit pernyataan penilaian dan Rekomendasi (PPR) Dewan Pers No. 1/PPR/II/2020 tentang pengaduan Allan Jones Kurniawan terhadap media Siber Publiksatu.com, sehingga Dewan Pers memutuskan teradu melanggar Pasal 1 dan 3 Kode etik Jurnalistik, karena tidak akurat, tidak uji informasi dan tidak berimbang.

Demikian Hak Jawab ini atas pemberitaan tersebut diatas, kiranya penanggung jawab media Online Publiksatu.com memperhatikannya, Terima kasih

Redaksi

Pemuatan Hak Jawab ini merupakan tindak lanjut atas keputusan Dewan Pers melalui Pernyataan Penilaian dan Rekomendasi (PPR), pada 5 Februari 2020. Atas kekeliruan ini, Publiksatu.com mohon maaf kepada pengadu dan pembaca. Terima kasih. (rud)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker