Buteng

Hutan Gonggoma Lakudo Terbakar, Muspika Padamkan Api

PUBLIKSATU.COM, BUTON TENGAH – Api tiba-tiba membesar membakar hutan Gonggoma Lakudo depan Gedung Azzahra. Sejumlah warga setempat bersama unsur Muspika dari TNI dan Polri, secepatnya membantu petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Buton Tengah (Buteng) melakukan pemadaman.

Kebakaran tersebut terjadi disebabkan perilaku warga yang membersihkan lahan kebunnya dengan cara membakarnya. Beruntung, berkat kerja sama yang kompak dan penanganan yang cepat dari warga sekitar dan unsur Muspika, tak lama kemudian amukan “si jago merah” dapat ditaklukan sebelum merembet ke rumah warga terdekat.

Begitulah skenario yang dikemas unsur Muspika Kecamatan Lakudo saat menggelar simulasi terpadu dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tingkat Kabupaten Buteng, Jumat (23/8/2019).

Kegiatan simulasi itu dilakukan usai digelar apel simulasi Karhutla yang dipimpin Camat Lakudo Usman di depan Gedung Azzahra Lakudo. Dihadiri Danramil 1413-10 Gu Kapten Infanteri Usman, Kapolsek Lakudo AKP Abdul Halim Kaonga, Wakapolsek Lakudo Iptu Marsudi, Kabid Damkar Buteng Muh Safrulan, Lurah Lakudo Zaali, dan Lurah Gu Timur Aminah.

Peserta apel simulasi Karhutla tersebut yakni Peleton personil Kodim 1413-10 Gu, Peleton personil Polsek Lakudo, Peleton personil Damkar Kabupaten Buteng, barisan kepala kampung Kecamatan Lakudo, dan barisan masyarakat Kecamatan Lakudo.

Camat Lakudo Usman, dalam amanatnya mengajak semua pihak terkait untuk fokus dan konsentrasi menemukan akar masalah penyebab Karhutla. Utamanya lahan perkebunan warga Kabupaten Buteng yang membersihkan lahannya dengan cara dibakar.

“Apalagi saat musim kemarau dan angin kencang seperti sekarang ini, jangan sekali-sekali membersihkan lahan dengan cara dibakar. Sebab, potensi terjadinya kebakaran sangat tinggi,” tandasnya.

Untuk mencegah terjadinya Karhutla di Kabupaten Buteng, Usman mengajak semua komponen pemerintah maupun masyarakat untuk ikut andil melakukan program perencanaan penanggulangan Karhutla sebagai bentuk perhatian terhadap potensi terjadinya Karhutla.

“Semoga dengan adanya simulasi pencegahan Karhutla ini, masyarakat dapat mengetahui dan tidak lagi membersihkan lahan perkebunan dengan cara dibakar,” harap Usman.

Kapolsek Lakudo AKP Abdul Halim Kaonga, mengatakan simulasi penaggulangan Karhutla dilakukan agar semua pihak memiliki dasar kemampuan menanggulangi api saat Karhutla terjadi. Namun ia berharap di Kabupaten Buteng tidak terjadi Karhutla.

“Kita harus tetap waspada terhadap Karhutla, apalagi di musim kemarau seperti sekarang ini. Makanya kita lakukan simulasinya supaya masyarakat punya pemahaman dan keterampilan untuk menanggulanginya bila sewaktu-waktu terjadi Karhutla,” singkatnya.(uzi)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker