Baubau

Inspektorat Kewalahan Audit RSUD Baubau

PUBLIKSATU.COM, BAUBAU – Inspektorat membentuk dua tim internal untuk mengaudit kinerja Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Baubau tahun 2019. Dua pekan bertugas, auditor belum juga tuntas mengumpulkan data yang diperlukan.

Penugasan tim audit ini menindaklanjuti polemik RSUD Baubau yang mencuat akhir November 2019 lalu. Saat itu, para dokter dan pegawai melayangkan mosi tidak percaya terhadap Direktur RSUD Baubau, Nuraeni Djawa.

“Yang susah itu, ada yang belum terkumpul. Waktu saya tanyakan mereka (tim audit, red), yang belum terkumpul itu Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) RSUD bulan Desember 2019,” ungkap Kepala Inspektorat Baubau, La Ode Abdul Hambali, Selasa (11/2) lalu.

Disaat data RSUD belum lengkap, kata dia, tim juga harus melayani Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang melakukan pemeriksaan awal pengelolaan keuangan Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau tahun 2019. “Ini juga yang agak bikin repot tim,” ujarnya.

Disisi lain, beber dia, tim tersebut juga ditugaskan untuk memeriksa semua penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2019 di Kota Baubau. Praktis, tim yang memang personilnya terbatas agak berat membagi tugas antara mengaudit kinerja RSUD, melayani BPK dan memeriksa DAK.

“Jadi, lain review DAK, lain juga audit. Bayangkan ada berapa paket DAK yang ada di Kota Baubau ini. Sementara, yang mereview DAK ini sudah tenaga-tenaga audit RSUD itu juga yang laksanakan,” tutur Hambali.

Kendati begitu, tandas dia, sembari mengumpulkan data, tim juga mulai melakukan penyusunan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) terhadap kinerja RSUD Baubau. “Penyusunan (LHP)-nya relatif, bisa satu minggu, bisa juga satu bula, tergantung dari rumitnya persoalan,” pungkasnya.(exa)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker