Sultra

Intel Kejagung Tangkap Buronan Kejari Baubau di Jakarta Timur

PUBLIKSATU.COM – Buron terpidana korupsi H Djufri, BA diringkus Tim Satgas Intel Kejagung RI, Minggu (16/6/2019) sekitar pukul 13.05 Wib di daerah Cawang Jakarta Timur. Terpidana selanjutnya diamankan di Kejari Jakarta Selatan.

“Bahwa terpidana H. Djufri,BA yang menjadi buron berhasil ditangkap oleh Tim Satgas Intelijen Kejagung RI pada hari Minggu 16 Juni 2019 sekitar jam 13.05 WIB di daerah Cawang Jakarta Timur yang selanjutnya diamankan di Kejari Jakarta Selatan,” kata Kasi Intel Kejari Baubau, Ruslan.

Lanjut ia, Senin (17/6) terpidana diserahkan kepada tim Eksekusi Intel Kejati Sultra dan Intel/Pidsus Kejari Baubau.

Setelah serah terima buron terpidana korupsi Djufri dibawa ke Kendari untuk menjalani hukumannya di Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Kendari dengan menggunakan via pesawat Batik Air.

Selasa (18/6/2019) sekitar jam 07.00 Wita terpidana tiba di bandara Haluoleo Kendari dan langsung dibawa ke Kejati Sultra untuk pendataan administrasi. Selanjutnya sekitar pukul 09.30 wita Djufri langsung dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Kendari untuk menjalani pidana penjara.

“Pelaksanaan eksekusi terhadap terpidana H. Djufri,BA didasarkan putusan Mahkamah Agung yang telah Inkhrach dan didasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri Baubau atas Pelaksanaan Putusan Pengadilan Nomor : Print-429/R.3.11/Euh.1/06/2019 tanggal 17 Juni 2019,” jelasnya.

Terpidana Djufri merupakan Buron Kejari Baubau sejak tahun 2014 yang tersangkut kasus korupsi Proyek Penyiapan Pengarahan Penempatan dan Pemberdayaan Kawasan Transmigrasi (P4KT) Kabupaten Buton TA 2004 yang merugikan keuangan negara sebesar Rp. 288.750.000,- melanggar Pasal 3 Jo. Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 Ttg Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 (1) ke-1 KUHP.

Terpidana divonis penjara selama 2 Tahun dan 6 Bulan dan Denda sebanyak Rp. 50.000.000,- Subs. 3 Bulan kurungan dan dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp. 288.750.000,- Subs. 1 tahun penjara, berdasarkan putusan Inkrach Mahkamah Agung No : 939K/Pid.Sus/2012 tgl. 26 Juli 2012 yang menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Baubau Nomor : 353/Pib.B/2010/PN BB tgl. 24 Pebruari 2011 dan Putusan Pengadilana Tinggi Sultra No: 27/PID/2011/PT.Sultra tgl. 8 Agustus 2011. (p20/ps)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker