Muna

IRT di Muna Digaji Rp 1,5 Juta Buat Tempel Narkoba

PUBLIKSATU.COM, MUNA – Jaringan pengedar narkoba jenis Sabu-Sabu (SS) di Kabupaten Muna terbilang sulit untuk diputuskan mata rantainya. Barang haram tersebut masih saja beredar. Aparat penegak hukum pun terpaksa harus kerja ekstra untuk melakukan pemberantasan.

Rabu (6/2), Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Muna bersama Satres Narkoba Polres Muna kembali berhasil menangkap salah seorang kurir SS di Jalan Poros Kontukowuna, Kelurahan Mangga Kuning, Kecamatan Katobu sekitar pukul 10.45 Wita. Pelaku berinisial DS (30) yang merupakan Ibu Rumah Tangga (IRT) asal Kelurahan Palangga, Kecamatan Duruka.

Dari tangan DS, aparat berhasil mengamankan satu sachet SS. Modus pelaku yakni, menempelkan barang haram tersebut pada lokasi yang sudah ditentukan pemesannya. Pengakuan DS, sekali menempel narkoba, dirinya digaji oleh bandar sebesar Rp 1,5 Juta. Sayangnya, Ia enggan menyebut indentitas bandar. Barang haram tersebut didapat dari Lapas Kendari yang dikirim via kapal.

Setelah menangkap tangan DS, petugas melakukan pengembangan. Dirumah DS, petugas kembali mendapati satu sachet SS. Adapun baeang bukti yang berhasil diamankan berupa dua sachet SS, HP, bungkusan rokok dan slip transfer.

“Total barang bukti seberat 1,33 gram. Saat ini kami masih dalami jaringan pelaku,” kata La Hasary, Kepala BNNK Muna didampingi Kasat Narkoba, AKP Sarifuddin dan Penyidik BNNP Sultra, AKP Anwar.

Hasary menerangkan, penangkapan terhadap pelaku berdasarkan informasi dari masyarakat. Di mana, DS menjadikan rumahnya sebagai tempat transaksi narkoba. Atas info itu, petugas melakukan pengintaian dan penyelidikan terhadap setiap gerak-gerik DS. “DS ini selain kurir, juga pemakai. Hasil urinenya positif,” sebutnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, tersangka dijerat pasal 114 ayat 1 subsider pasal 131 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 lebih subsider lagi pasal 127 ayat 1 UU Narkotika no 35 tahun 2009 dengan acaman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun.

Kini, BNNK bersama Satrea Narkoba terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan DS dari Lapas Kendari. “Kita terus dalami,” tandasnya. (cr1)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker