Lifestyle

Jangan Berlebihan, Ini Efek samping Mengonsumsi Buah Delima

PUBLIKSATU.COM, JAKARTA – Buah delima memang memiliki banyak manfaat sebagai antioksidan yang kuat bagi tubuh. Buah yang hanya bisa dikonsumsi biji buahnya ini berhasil mengalahkan red wine yang disebut-sebut orang memiliki antioksidan yang paling tinggi di antara semua sumber anti oksidan herbal.

Namun, hal ini tidak lantas menjadikan buah delima bebas efek samping, lho. Efek samping yang ditimbulkan buah delima memang tidak sampai mengancam nyawa siapapun yang mengonsumsinya.

Berikut ini beberapa fek samping konsumsi buah delima berlebihan, seperti dilansir laman Stylecraze, Selasa (14/1).

1. Menyebabkan Alergi

Ini adalah efek samping delima yang paling serius. Meskipun jarang, alergi buah delima bisa mengancam jiwa. Mohon perhatikan tanda alergi apa pun dengan serius. Gejala alergi ini termasuk gatal, bengkak, iritasi di tenggorokan, sakit perut, dan gatal-gatal. Dalam kasus yang parah, seseorang mungkin mengalami sesak napas dan kesulitan bernapas, pembengkakan tenggorokan dan lidah, dan bahkan syok anafilaksis.

2. Bisa Berinteraksi dengan Obat Tertentu

Delima bisa berinteraksi dengan obat-obatan tertentu dan menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan. Laporan yang diterbitkan di Harvard Medical School juga menunjukkan bahwa delima bisa menghambat aksi enzim yang penting untuk metabolisme obat.

3. Menurunkan Tekanan Darah Terlalu Banyak

Studi menunjukkan buah delima bisa menurunkan kadar tekanan darah. Ini adalah kabar baik bagi kebanyakan orang. Tetapi individu dengan tekanan darah rendah atau fluktuasi tingkat tekanan darah yang tidak terkontrol harus menjauh dari buah delima. Ini adalah salah satu alasan buah delima bisa menyebabkan masalah selama operasi juga. Karenanya, hentikan asupan buah delima setidaknya dua minggu sebelum jadwal operasi.

4. Menyebabkan Alergi Selama Kehamilan

Tidak ada informasi yang cukup tentang ini. Meskipun jus delima bisa aman, tidak ada penelitian yang cukup tentang keamanan bentuk delima lainnya. Jika Anda memiliki riwayat reaksi alergi, maka lebih baik untuk menghindari atau memeriksakan diri ke dokter atau bidan Anda.(fny/jpnn)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker