Baubau

Kabar Terbaru Pembunuhan Sekuriti Umna Wolio Plaza, Terdakwa Dituntut 15 Tahun

PUBLIKSATU.COM, BAUBAU – Adam Wali alias Adam (40), terdakwa kasus pembunuhan di dekat Umna Wolio Plaza dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan negeri (Kejari) Baubau selama 15 tahun pejara. Tuntutan tersebut dibacakan di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Baubau, Kamis (10/1).

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Baubau yang diketuai R Bernadette Samosir SH MH, didampingi dua orang hakim anggota Lutfi Alzagladi SH dan Achmad Wahyu Utomo SH MH, telah memeriksa terdakwa dan juga para saksi di ruang sidang PN Baubau.

Berdasarkan fakta di persidangan, terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah telah menghilangkan nyawa korban Ma’ruf pada 27 September 2018 lalu di dekat Umna Wolio Plaza Kelurahan Wale Kecamatan Wolio Kota Baubau. Mirisnya lagi, setelah membunuh korban terdakwa langsung menyeret korban dan memasukannya di tempat sampah.

Seperti telah diberikatan sebelumnya, korban ditemukan dengan posisi terbungkus kain. Setelah itu terdakwa langsung diamankan pihak berwajib atas laporan saksi dan beserta barang bukti berupa badik. Saat badik itu dibuka masih berlumuran darah korban dan terdakwa mengakui perbuatannya di hadapan pihak berwajib.

Terdakwa mengaku berasal dari Kecamatan Sampolawa Buton Selatan (Busel) turun ke Baubau dengan tujuan ke Ambon. Namun kapal belum tiba sehingga terdakwa mencari tempat tidur di tempat korban bekerja. Di tempat itulah terdakwa bertemu dengan korban saling serang dan berakhir dengan pembunuhan.

“Tujuan ke situ (Mal, red) cuma mau cari tempat tidur. Di dada pertama kali saya tusuk dua kali langsung jatuh. Dia (Korban, red) mau bersuara jadi saya hantam lehernya kemudian pipi, saya seret bawa di tong sampah,” tutur terdakwa.

Atas perbuatan terdakwa dikenai pasal 351 KUHP ayat 3 tentang penganiayaan yang menghilangkan nyawa seseorang. Sidang ditunda dan akan segera dilanjutkan pada 15 Januari dengan agenda sidang pledoi dari kuasa hukum terdakwa.

Sementara itu istri korban merasa terpukul dengan meninggalnya suaminya itu. “Saya cari suami saya tidak ada. Saya pergi di Polres, saya disuruh pergi ke Palagimata, saya lihat di sini (Korban, red) ada luka goresan dan luka gerekan di leher,” kata istri korban. (m2)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker