Muna

Kabur dari Kejaran Polisi, Pemuda Asal Marobo Malah Dipatok Ular

PUBLIKSATU.COM, MUNA – La Nusi, pemuda asal Desa Marobo, Kecamatan Marobo, Kabupaten Muna tergolong lihai dalam menghindari kejaran Polisi. Pelaku penganiayaan terhadap Ical (14), warga Desa Wadolau itu selalu lolos. Namun, pelariannya Rabu malam (5/2) sekira pukul 00.00 wita harus terhenti, ketika kakinya dipatok ular di hutan Marobo.

Pemuda itu nyaris meregang nyawa setelah tiga kali di patok ular phiton panjang 5 meter dibagian kaki, tangan dan leher. Beruntung nyawanya bisa diselamatkan tiga rekannya yang kebetulan sama menghindari kejaran anggota Polsek Bone.

Ihwal ceritanya, malam itu, La Nusi bersama tiga rekannya nongkrong di pinggir jalan. Saat melihat sinar cahaya lampu sepeda motor yang melintas, mereka pikir Polisi. Mereka lalu kabur ke dalam hutan. Tahu bukan Polisi, mereka kembali keluar ke jalan. Tiba-tiba lagi dari kejauhan ada motor lagi. Mereka kabur lagi. Saat kabur itu, kaki kiri La Nusi dipatok ular. Ia berusaha melepasnya. Tapi tidak bisa. Tiga rekannya yang melihat pikir La Nusi diganggu setan. Mereka terus berlari. Sementara La Nusi berusaha melepaskan mulut ular yang terus menggigit kakinya.

Terlepas dari kaki, ular kembali mematok batang lehernya. Setelah itu, dibagian tangan. La Nusi terus berusaha melepaskan ular yang sudah melilit tubuhnya. Rekannya yang mendengar teriakan minta tolong, langsung mendekati dan membunuh ular itu.

Akibat tiga gigitan ular itu, rekan-rekannya langsung melarikan La Nusi ke Puskesmas Marobo. Polisi yang mendapat informasi bergerak menuju puskesmas. Namun, La Nusi sudah disembunyikan oleh keluarganya. Polisi terus mencari informasi dan mendapati persembunyian La Nusi di rumah keluarganya di Desa Poaroha.

Kapolres Muna, AKBP Agung Ramos Parentongan Sinaga melalui Kapolsek Bone, IPTU La Ode Bahmid Asri membenarkan hal tersebut. Katanya, saat ditangkap, pelaku tengah dirawat oleh keluarganya akibat tiga gigitan ular. “Pelaku tidak berkutik saat saya bersama anggota melakukan penangkapan,” katanya.

Kasus penganiayaan yang melibatkan pelaku terjadi pada 26 Januari lalu di acara lulo di Desa Marobo. Kala itu, pelaku menganiaya korban bernama Ical, warga Desa Wadolau.

Kala itu, orang tua korban tidak keberatan untuk mengatur secara kekeluargaan. Namun, saat dimediasi oleh Polsek, pelaku tidak hadir. Keluarga korban pun keberatan, karena kalau pelaku tidak hadir yang menjadi ketakutan, jangan sampai penganiayaan itu kembali terjadi, mengingat korban bila ke sekolah melintas di Desa Marobo. Atas dasar itu, keluarga korban membuat laporan Polisi.

“Dua pekan kami mencari pelaku, tapi selalu lolos. Mungkin dengan dipatok ular itu, sudah jalan-jalannya untuk ditangkap,” kata Bahmid.

Setelah ditangkap, pelaku langsung digiring ke Polres Muna untuk menjalani penahanan. Pelaku dijerat pasal 351 tentang penganiayaan dengan ancaman penjara 5 tahun. (cr1)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker