Busel

Kades Busel Ikut Rakor Pembinaan dan Pengawasan DD

BUTONPOS.COM, BATAUGA – Seluruh kepala desa (Kades) dan perangkatnya se-Kabupaten Busel mengikuti rapat koordinasi (Rakor) pembinaan dan pengawasan dana desa di Kendari, Provinsi Sultra tahun 2017. Para Kades mengikut Rakor bersama para Babinkantibmas se-Sultra di salah satu hotel di Kendari, Senin (18/12).

Seperti yang diungkapkan Kades Burangasi, La Hamiru. Pihaknya mengikuti Rakor pembinaan dan pengawasan penggunaan DD di Kendari. Rakor ini diikuti seluruh Kades se-Sultra dengan menghadirkan Kapolda dan fasilitator pendamping desa dan Pemprov Sultra.

Rakor ini digelar untuk pembinaan penggunaan realisasi dan pengawasan DD, sehingga pengelolaannya berjalan sesuai dengan peruntukannya. “Iya masih di Kendari, Rakor pembinaan dan pengawasan dana desa Provinsi Sultra tahun 2017,” ujarnya.

Seperti diketahui, DD tahap dua tahun 2017 untuk 60 desa di Kabupaten Busel sudah ada di kas daerah (Kasda). Kini sementara proses pembuatan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) bagi desa yang sudah menyelesaikan dokumen laporan pertanggungjawabnya.

Total DD tahun 2017 sebesar Rp 49 miliar lebih untuk 60 desa se-Busel yang dicairkan dalam dua tahap. Tahap pertama (Januari-Juli) 60 persen Rp 30 miliar, tahap kedua Agustus-Desember 40 persen Rp 19 miliar.

Sementara untuk DD bisa lagi mencairkan pada tahap I (Januari-Juli) untuk DD tahun 2018. Karena pagu anggarannya juga sudah ada. Diupayakan agar penyaluran DD ini tuntas 100 persen untuk tahap dua ini 2017. Pelaporan realisasi penyerapan DD tahun 2017, sebab LPJ tahun 2017 itu yang perlu dilaporkan ke pusat untuk mendatangkan lagi DD 2018.

Kepala Bidang Pemerintah Desa BPM Busel, Abdul Muthalib mengungkapkan, DD tahun 2018 untuk 60 desa se-Busel sesuai pagu sebesar Rp 50.669.157.000. Jumlah ini meningkat dari DD tahun 2017 Rp 49 miliar lebih.

Tapi pola penggunannya, Muthalib menambahkan, di tahun 2018 ini berbeda dengan realisasi tahun 2017 ini. Alokasi dasar 2017 itu 90 persen. Sedangkan tahun 2018 alokasi dasarnya 77 persen. Kemudian ditambah avermasi 3 persen, jadi alokasi formasi 20 persen. Ada perubahan dan perbedaan alokasi avermasi ditujukan kepada desa-desa yang tertinggal dan sangat tertinggal yang memenuhi data jumlah penduduk miskinya delapan, sembilan dan sepuluh poin.

“Jadi tidak semua desa di Busel yang memiliki tambahan alokasi avermasi, hanya desa-desa memenuhi persyaratan. Di Busel yang sangat tertinggal Batuatas di enam desa,” tutupnya. (aga)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker