Buton

Kapolda Menduga Ada Aktor Intelektual Dibalik Bentrok Dua Desa di Buton

PUBLIKSATU.COM, BUTON – Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara, Brigjenpol Iryanto meduga dibalik perseteruan antar warga Desa Sampoabalo dan Desa Gunung Jaya, Kabupaten Buton, Sultra kemarin ditunggangi aktor intelektual.

“Ya kita rasa demikian,” ujar dia sembari membenarkan pertanyaan sejumlah wartawan saat mengunjugi posko pengungsian di Desa Gunung Jaya, Kamis (6/6/2019).

Sayangnya dalam kesempatan ini, Iryanto tidak menyebutkan siapa aktor tersebut. Hanya saja, kata dia nantinya dugaan itu diserahkan kepada pihak berwajib untuk dilakukan penyelidikan dan pembuktian.

“Nanti kita serahkan kepada. Bagaimana pembuktian dan penyeledikan nanti,” ujar dia.

Terlepas dari itu, Iryanto juga menjelaskan perseteruan yang kerap terjadi antar dua desa itu telah menggambarkan tidak adanya rasa ketidak akuran antar dua desa ini.

“Seperti ada rasa ketidak akuran masyarakat Gunung Jaya sama Sampoabalo,” ujar dia.

Sebelumnya, kata dia, dirinya pernah melakukan mediasi bentrok antar warga di desa ini. Dalam upaya itu telah ada kesepakatan antar warga untuk melakukan upaya mediasi antara warga kedua desa ini jika ada kesalah pahaman.

Lalu, kedua desa warga ini juga harus melakukan silaturahmi yang terus menerus dilakukan. Namun, kata dia, kedua belah pihak tidak melakukan hal itu.

“Sebetulnya itu harus dilakukan mediasi terus hubungan timbal balik. Selaturahmi yang terus menerus. Namun, kedua bela pihak tidak demikian. Tidak berjalan,” ujarnya.

Iryanto menyebutkan salah satu pemicu bentrok tidak lain pengonsumsian minuman keras.

Dari itu, ia mengharapkan warga Buton harus menjadi masyarakat yang religus dan Islami. Ia juga mengharapkan masyarakat untuk meninggalkan kebiasaan tidak terpuji.

“Kita harapkan Buton itu masyarakat yang religius. Sangat Islami. Mari kita sama-sama hilangkan kebiasaan yang jelek itu. Tentunya adat juga melarang itu. Mari kita taati bersama,” ujarnya. (Mo1)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker