Wakatobi

Kejari Dalami Dugaan Korupsi di DPRD Wakatobi

PUBLIKSATU.COM, WAKATOBI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Wakatobi terus mengembangkan dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Wakatobi periode 2014-2019 lalu. Sejauh ini tujuh orang terindikasi.

Tujuh wakil rakyat itu dilaporkan ke Kejari Wakatobi atas dugaan masih menerima hak-hak sebagai anggota legislatif (Aleg). Padahal mereka waktu itu telah diberhentikan lantaran mengundurkan diri dari Parpol.

Pemberhentian mereka terhitung setelah ditetapkan sebagai Daftar Calon Tetap (DCT) pada 20 September 2018 lalu. Mereka dinilai tidak mematuhi Surat Keputusan (SK) Gubernur Sultra Nomor 97 tahun 2019.

“Kami masih terus mengembangkan penyelidikan terhadap kasus ini,” tegas Kasi Intel Kejari Wakatobi, Baso Sutrianti, Kamis (6/2) kemarin.

Sejauh ini, beber dia, enam orang diantaranya sudah mengembalikan uang ke kas daerah. Bukti pengembalian tersebut diperlihatkan ketika diperiksa penyidik Kejari.

Hanya saja, kata dia, pihaknya belum mengetahui jelas uang pengembalian itu berupa gaji atau perjalanan dinas. Pihaknya belum bisa menyimpulkan.

“Karena masih dalam bentuk bukti penyetoran, belum kami analisis satu persatu. Sementara untuk waktu pengembalian yang mereka lakukan bervariasi,” paparnya.

Baso juga enggan berkomentar banyak soal proses hukum selanjutnya. Sebab, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan.

“Kita lihat kedepannya dulu, kami masih lakukan pemeriksaan-pemeriksaan. Kami cari dulu apakah ada perbuatan melawan hukumnya, terus alat buktinya apa. Dan itu kalau pun ada, biasanya itu nanti di tingkat penyidikan” pungkasnya.(m5/exa)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker