HukumSeputar Indonesia

Kekurangan Ongkos Beli Tiket, Celengan Teman Pun Dicuri

PUBLIKSATU.COM, DENPASAR – Dengan alasan kepepet karena kekurangan uang untuk membeli tiket pesawat, Elok Puspitasari (37) nekat mencuri celengan temannya sendiri yang berisi uang Rp 10,1 juta. Akibatnya, Elok kini harus mendekam di penjara. Bahkan sebentar lagi dirinya harus menghadapi tuntutan dari jaksa.

Dalam sidang lanjutannya yang berlangsung di Pengadilan Negeri Denpasar, Jumat (11/1), Elok menjalani agenda pemeriksaan saksi korban yang berlanjut dengan pemeriksaan terdakwa.

Di kesempatan itulah, terdakwa bertemu Saida Fhit (29). Saida merupakan teman sekaligus korban dari pencurian yang dilakukan terdakwa. Orang yang juga mengizinkan terdakwa menginap di tempat tinggalnya di Jalan Tukad Baru, Pemogan, Denpasar Selatan. Karena kasihan terhadap terdakwa yang hari itu kehabisan tiket pesawat ke Jogjakarta.

Dalam surat dakwaan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Luh Putu Ari Suparmi di depan majelis dipimpin Hakim Novita Riama, pencurian itu berawal saat terdakwa menginap di tempat tinggal korban pada 9 Oktober 2018 malam, sekitar pukul 23.30.

Besok siangnya, sekitar pukul 12.00, korban dan saksi M. Fadilan Lubis berangkat kerja. Sementara terdakwa tidak ikut karena harus mencari tiket pesawat.

Setelah mencari informasi harga tiket, rupanya uang yang dimiliki terdakwa hanya ada Rp 500 ribu. Karena kekurangan uang, munculah niat mencuri. Apalagi di saat yang sama dia melihat ada celengan di atas lemari hiasa korban.

“Terdakwa mengambil celengan yang terbuat dari kaleng berbentuk tabung bulat bergambar Doraemon berisi uang tunai Rp 10.100.000,” ungkap jaksa.

Uang tabungan korban itu kemudian dipakai terdakwa membeli dua tiket. Satu jurusan Denpasar-Jakarta. Dan satu lagi jurusan Jakarta-Jogjakarta. Dan sisa uang hasil curian itu dipakainya untuk mencukupi keperluan selama berada di Jakarta dan Jogjakarta.

Seperti terungkap dalam surat dakwaan, Elok didakwa melakukan pencurian sebagaimana ketentuan pidana Pasal 362 KUHP. Usai surat dakwaan itu disampaikan jaksa, dia tidak keberatan. Sehingga sidang itu dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi korban.

(bx/hai/yes/JPR)

Topik
Lagi

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker