Hukum

Keluarga Tuding Kasus Ahmad Dhani di Surabaya Bentuk Kriminalisasi

PUBLIKSATU.COM – Keluarga keberatan Ahmad Dhani ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Medaeng, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim). Oleh karena itu, keluarga mengajukan permohonan penangguhan penahanan ke Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta, Senin (11/2).

Melalui juru bicara keluarga, Lieus Sungkharisma pemindahan penahanan Dhani ke Surabaya adalah tindakan yang kurang berprikemanusiaan. Sebab, membuat keluarga sulit menjenguk.

“Itu mah betul-betul nggak punya perasaan. Di Surabaya itu bukan kasus berat, bukan kasus korupsi. Kasus pencemaran nama baik yang ancaman hukumannya di bawah empat tahun. Ahmad Dhani nggak pernah bilang mau dibantu kasus hukum. Dia akan hadapi semua proses hukum. Kenapa dia harus ditahan di pindah ke sana,” kata Lieus saat ditemui, Senin (11/2).

Ditambah lagi, lanjut Lieus, kasus yang menjerat Dhani di Surabaya adalah bentuk kriminalisasi. Sebab, seharusnya pentolan gurup band Dewa 19 ini adalah korban. Tetapi, malah sebaliknya menjadi tersangka atas kasus pencemaran nama baik.

“Saya katakan kriminalisasi, Surabaya itu mau bikin acara, dia diundang. Dia keluar hotel dikepung kemudian dia kasih statement dia yang kena. Ini kan sudah gila. Harusnya yang kena itu yang ngepung dia. Kebebasan orang berekspresi melakukan kegiatan itu jadi dilanggar,” pungkas Lieus.

Diketahui, Dhani dipindahkan penahanannya dari Rutan Cipinang, Jakarta Timur ke Rutan Kelas 1 Medaeng, Jatim. Pemidahan dilakukan dengan pertimbangan memudahkan proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker