Nasional

Kembalikan Mapel PMP di Sekolah, Begini Konsep Pembelajarannya

PUBLIKSATU.COM – Pemerintah berupaya meredam penyebaran radikalisme di kalangan anak muda. Langkahnya bakal mengajarkan lagi mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) untuk pelajar. Hanya saja hingga kini mapel PMP itu belum didapatkan konsep pembelajarannya.

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Supriano mengatakan, materi penyampaian mapel PMP harus mengikuti perkembangan zaman. Siswa dituntut lebih aktif dibanding guru.

“Kita sih sedang buat konsepnya dulu, pembelajaran Pancasila dikaitkan dengan perkembangan pembelajaran dengan sekarang ini. Abad sekarang ini siswa harus lebih aktif, bukan guru lagi. Jadi kita akan kemas ke sana,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (27/11).

Kemudian, Kemendikbud akan berkomunikasi dengan Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila untuk membahas terkait rencana itu. “Nanti dengan Balitbang ya. Nomenklaturnya harus diubah juga,” kata dia.

Meski belum bisa merincikan kapan PMP akan mulai dihadirkan, sejatinya mapel tersebut akan diajarkan ke seluruh jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

“Ini yang harus disegarkan kepada anak-anak. Karena dipelajari semua, pendidikan karakter juga ada di situ kita tidak usah pusing-pusing menari model-model dari luar. Sebabnya harus bangsa punya Pancasila,” tutur Supriano.

Sebelumnya Supriano mengatakan, tujuan penerapan kembali mapel PMP lantaran adanya isu radikalisme yang semakin berkembang di tanah air. Paham tersebut bahkan mulai masuk ke dunia pendidikan.

Untuk diketahui, PMP merupakan mapel yang pernah diajarkan di sekolah sejak 1975. Mapel itu menggantikan mapel Pendidikan Kewarganegaraan dalam kurikulum sekolah di Indonesia sejak 1968

Namun, PMP kembali diubah pada 1994 menjadi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) yang kemudian menjadi PKn. Kata Pancasila dihilangkan karena dinilai sebagai produk Orde Baru. Mapel PMP berisi materi Pancasila sebagaimana diuraikan dalam Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4).

(yes/JPC)

Topik
Lagi

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker