Baubau

Kembalikan Uang Korupsi BOS, Petinggi SMA 5 Baubau Dituntut 1,6 Tahun

PUBLIKSATU.COM, BAUBAU – Kejaksaan Negeri (Kejari) Baubau tetap menuntut La Ode Hane dan Asmun dengan pidana kurungan selama 1,6 tahun. Kepala dan Bendahara SMA Negeri 5 Baubau itu merupakan terdakwa korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP).

“Kedua terdakwa kita tuntut setahun enam bulan. Itu kita bacakan pada sidang di Pengadilan Tipikor Kendari pada Selasa dua pekan lalu,” ungkap Pidsus Kejari Baubau, La Ode Rubiani dikonfirmasi wartawan, Kamis (4/4).

Dia mengakui, tuntutan tersebut cukup ringan. Alasannya, kedua terdakwa sudah mengembalikan kerugian negara dari pengelolaan BOS dan BOP 2013 dan 2014 yakni Rp 196.616.732.

“Pertimbangan pokoknya itu karena mereka menunjukkan itikad baik, mengembalikan full kerugian negara. Itu indikatornya kita mengambil rens yang meringankan,” ujarnya.

Ia menguraikan, sepanjang persidangan kasus ini, pihaknya menghadirkan sekitar 30 orang saksi termasuk mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Baubau, Masri. “Terdakwa ini tidak dilakukan penahanan, selama persidangan juga selalu hadir,” tandasnya.

Rubiani menambahkan, atas tuntutan tersebut, terdakwa mengajukan nota pembelaan atau pledoi. Hanya saja, agenda pembacaannya batal dilaksanakan sidang Selasa pekan lalu.

“Cuma mereka (kuasa hukumnya) tunda-tunda. Kita inginkan ini cepat putus,” pungkas mantan Kasi Intel Kejari Gorontalo Utara ini.

Untuk diketahui, La Ode Hane dan Asmun mengembalikan uang senilai kerugian negara hasil audit rill Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sultra. Uang itu dititipkan ke Kejari Baubau saat keduanya masih berstatus tersangka.(exa)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker