Muna

Kemensos Jajaki Penerima Bantuan di Mubar

PUBLIKSATU.COM, MUBAR – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Muna Barat (Mubar) kedatangan tamu dari Direktorat Penanganan Fakir Miskin Wilayah Tiga, Kementerian Sosial (Kemensos) dari Jakarta sampai di Mubar mereka tiba Kamis (13/2).

Kepala Dinsos Mubar, La Ode Takari mengatakan tamu yang datang ini sebanyak empat orang. Dua diantaranya dari Dirjen Kemensos dan duanya lagi Dinsos Pemerintah Propinsi Sultra. Pihak Dinsos Mubar menyambut langsung kedatangan para tamu itu.

“Mereka datang dalam rangka penjajakan lokasi penetapan bantuan dari Kemensos tahun 2020 ini. Bantuan yang diturunkan oleh pihak kementerian tahun ini yakni kelompok usaha bersama (Kube), rumah tidak layak huni (RTLH), dan pembangunan sarana lingkungan (Sarling),” ungkapnya.

Para tamu itu tiba tidak langsung melakukan verifikasi terhadap lokasi penempatan bantuan. Rencananya nanti Jumat (Hari ini, red) baru mereka akan memantau lokasi penempatan bantuan tersebut. Penjajakan lokasi penempatan bantuan ini paling lama akan dilakukan selama dua hari yakni Jumat sampai Sabtu.

“Nanti Jumat (14/2) mereka baru akan meninjau setiap lokasi penerima bantuan, termasuk lokasi penempatan sarling. Setelah ditinjau mereka langsung balik ke Jakarta untuk mengeksekusi bantuan yang akan turun di Mubar tahun ini,” ujarnya.

Tahun 2019 lalu Dinsos Mubar mengusulkan permohonan bantuan kepada pihak Kemensos. Sukses usulan bantuan tersebut disahuti oleh pemerintah pusat terkait. Tak main-main Kemensos menggelontorkan bantuan tahun 2020 ini sebesar Rp. 2,7 miliar.

“Jadi dana Rp. 2,7 miliar itu yang mereka kawal. Kita sudah tentukan lokasinya yakni Kecamatan Maginti dan Tiworo Selatan. Dari Dirjen maupun Dinsos Sultra, akan mengecek rumah-rumah yang akan direhab, calon penerima kube, maupun penempatan sarling,” katanya.

Mantan Camat Sawerigadi itu menyebutkan untuk bantuan sarling akan ditempatkan di pelabuhan Pajala, Kecamatan Maginti. Sarling yang akan dibangun itu adalah Mandi Cuci Kakus (MCK). Disekitar pelabuhan Pajala masih butuh MCK umum.

“RTLH dan kube dibagi didua kecamatan itu. Kalau sudah turun pihak Kementerian, maka bantuan dengan anggaran sebesar Rp.2,7 miliar tersebut sudah jelas pasti ada. Kami sudah mengimput datanya,” terang, La Ode Takari.(p5)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker