Baubau

Kendaraan Tilang Dijemur, Sejumlah Mahasiswa Protes Satlantas Baubau

PUBLIKSATU.COM, BAUBAU – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Baubau Bersama BEM Fakultas Hukum Unidayan melakukan unjuk rasa di depan Kantor Satlantas Baubau, Rabu (4/9/2019). Aksi protes tersebut terkait sitaan kendaraan tilang yang ada di kantor Lantas Baubau pada operasi patuh Anoa yang dilaksanakan sejak tanggal 29 Agustus – 4 September 2019.

Dalam aksi tersebut, GMNI Baubau melakukan protes kepada Satlantas akan penyimpanan barang bukti berupa sepeda motor yang menurutnya barang bukti sitaan tersebut disimpan tepat di depan kantor Satlantas Polres Baubau dibiarkan tanpa adanya pelindung.

Sehingga menurutnya kendaraan sitaan tesebut terkena langsung oleh paparan sinar matahari. Menurut mereka hal tersebut bertentangan dengan Perkapolri No 10 tahun 2010 Pasal 8 tentang penyimpanan barang bukti.

Korlap Aksi, Zulfikar menjelaskan aksi tersebut tidak memprotes soal jalannya operasi patuh anoa yang dilakukan oleh Satlantas Polres Baubau. Bahkan menurutnya, pihaknya sangat mendukung dengan sepenuhnya akan aksi tersebut.

“Di sini kami dari GMNI Baubau dan BEM Fakultas Hukum Unidayan mempertanyaan tempat penyimpanan barang bukti kendaraan hasil penyitaan, karena dapat kita lihat sendiri barang bukti tilang itu hanya disimpan di depan Kantor Satlantas Polres Baubau yang langsung terkena oleh paparan sinar matahari dan ini bertentangan dengan Pekapolri nomor 10 tahun 2-10 tentang penyimpanan barang bukti dimana barang bukti tersebut harus di simpan ditempat yang layak” ungkap zulfikar

“Adapun hasil dari diskusi kami dengan Pak Kasatlantas tadi katanya pihaknya akan menyiapkan tenda darurat untuk melindungi barang bukti sitaan kendaraan tilang ini,” lanjutnya

Sementara itu, Kasatlantas Polres Baubau, AKP Lesmana Pramuditya menanggapi aksi tersebut. Menurutnya pihaknya telah melakukan upaya untuk melindungi barang bukti. Masukan dari para demonstran tersebut, pihaknya akan segera menindaklanjuti.

“Kami di sini dari Satlantas sudah berusaha melindungi barang bukti akan tetapi memang ada sinar matahari yang dipermasalahkan oleh masyarakat sehingga kami akan menutup barang bukti dengan tenda sehingga komplen yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut akan memiliki dampak kepada masyarakat,” ungkap Kasatlantas Polres Baubau AKP Lesmana Pramuditya. (po1)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker