Busel

Kesbangpol Busel Perkuat Wawasan Kebangsaan

BUTONPOS.COM, BATAUGA – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Buton Selatan (Busel) menyelenggarakan diskusi peningkatan wawasan kebangsaan, di aula Sekretariat Kantor Bupati, Selasa (5/12). Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan dan memperkokoh wawasan tentang kebangsaan.

Hadir dalam kegiatan ini, Plt Sekab Busel, Kostantinus Bukide, Plh Dandim 1413/Buton Mayor Inf Sumarji, Kepala Badan Kesbangpol Busel, La Ode Sadikin, Kepala Kantor Kementerian Agama Busel, Muh Saleh, Kepala Bidang Kewaspadaan Badan Kesbangpol Busel, Mukhsin Bil Taufik. Selain itu, turut hadir puluhan peserta dari kalangan tokoh pemuda, tokoh masyarakat serta tokoh agama.

Plt Sekab Busel, Kostantinus Bukide mengatakan, kegiatan ini sangat penting untuk memperkokoh dan meningkatkan wawasan kebangasaan. Apalagi akhir-akhir ini di media sosial banyak sekali hal yang mengarah pada dis-intergrasi bangsa, ancaman bagi negara.

Sementara itu, Plh Dandim 1413/Buton, Mayor Inf Sumarji menjelaskan, bicara tentang wawasan kebangsaan berarti bicara tentang Indonesia. Indonesia ia perumpamakan sebagai seorang gadis cantik yang banyak diperebutkan oleh negara-negara adidaya. Dalam arti, kata Indonesia rawan akan dis-integrasi bangsa atau menjadi sasaran utama oleh para teroris atau separatis lainnya atau negara dalam proxi war atau perang dengan menggunakan pihak ke tiga.

“Hal tersebut butuh penanganan yang menyeluruh oleh kita semua dari berbagai elemen masyarakat. Artinya, semua itu harus pada diri putra putri bangsa yang merasa memiliki akan utuhnya bangsanya sendiri. Bicara tentang Bangsa Indonesia, maka kita akan bicara tentang Pancasila. Cerita tentang Pancasila maka kita cerita tentang Bhineka Tunggal Ika, dimana Pancasila adalah dasar falsafah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” terangnya.

Kata dia, Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila sebagai dasar falsafah NKRI yang mempersatukan semua dari berbagai suku, budaya, agama dan lain-lainnya. Artinya, keberhasilan suatu bangsa tergantung dari cendekiawannya, tokoh pemuda, tokoh agama dan tokoh masyarakat, tentara serta penegak hukumnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Busel, Muh Saleh menjelaskan, tinggi rendahnya nilai moral seseorang tidak bisa diukur. Sama halnya angin yang bertiup yang bisa dirasakan, namun tidak bisa lihat. Hari ini kalau melihat genersi bangsa, moralnya sudah mulai hancur dan dikikis oleh pengaruh globalisasi.

“Penyebab hancurnya suatu bangsa yang utama adalah tergantung dari moral generasi bangsa itu sendiri.
Untuk menjaga keselamatan dan keutuhan negara, maka kita tingkatkan perbaikan moral keagamaan,budayas dan lainnya,” harapnya. (aga)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker