Buton

KNPI Buton: Jika La Bakry Tak Tegas, OPD Bakal Acuhkan Instruksi Ali Mazi

PUBLIKSATU.COM, BUTON – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Buton mengharapkan Bupati Buton La Bakry harus menyikapi dengan serius tuntutan yang dilakukan oleh Persatuan Intelektual Cendikiawan dan Aktivis Kepulauan Buton (Pica Kepton) beberapa waktu lalu.

Wakil Ketua DPD KNPI Buton, Muhammad Risman menjelaskan hasil dari pertemuan bersama Pemkab Buton bukan sekedar mendinginkan tuntutan Pica Kepton.

Ia mengharapkan Bupati Buton, La Bakry harus bertindak tegas bila ada kepala OPD yang tidak mengindahkan instruksi Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi terkait domisili di luar Ibu Kota Kabupaten Buton.

“Diperlukan ketegasan kepala daerah untuk meminta kepala OPD harus berada di ibu kota kabupaten paling tidak waktunya itu lebih banyak bersama masyarakat Buton,” ujar dia Publiksatu.com, Selasa (16/07/2019).

Risman menjelaskan bila tak ada efek jerah yang diberikan sebagai bukti nyata keseriusan dalam menanggapi hal ini, bisa jadi Kepala OPD terus acuh tak acuh terkait instruksi itu.

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu, Persatuan Intelektual Cendikiawan dan Aktivis Kepulauan Buton (Pica Kepton) kembali berunjuk rasa di kompleks perkantoran takawa, Kabupaten Buton, Sultra, Senin (15/07/2019) pagi. Aksi ini merupakan lanjutan dari aksi-aksi sebelumnya.

Ada beberapa tuntutan dalam aksi yang dimotori Idru Jumu ini, diantara kedisiplinan ASN, Domisili Kepala OPD, dan Pemanfaatan kendaraan dinas.

Menanggapai tuntuatan ini, Bupati Buton, La Bakry mengaku pertemuan semacam ini bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya, pertemuan serupa pernah dilakukan untuk membahas masalah ini.

Dalam pertemuan sebelumnya, ia telah berharap semua OPD selepas HUT Pasarwajo suda bisa bersama-sama di Ibu Kota Kabupaten Buton, Pasarwajo. Namun, kenyataannya meskipun para OPD ini telah membersihkan perumahan dinas, tampak mereka belum juga meninggali rumah tersebut.

“Memang sebelum ulang tahun Pasarwajo, adik-adik ini juga datang kita sudah sampaikan mudah-mudahan sih, teman-teman ini sudah menyiapkan dirinya. Sehingga setelah tanggal 10 Juni ulang tahun itu kita sudah bisa bersama-sama disini. Dan saya juga kalau saya lewat-lewat itu, rumah-rumah dinas sudah dirapi-rapikan itu. Hanya saja, memang tampak belum juga mereka tinggali,” ujar dia saat menangapai tuntutan PICA Kepton diruang rapat kantor Bupati Buton, lantai II, kompleks perkantoran takwa.

Kendati demikian, dalam kesempatan ini, La Bakry kembali meminta Sekretaris Daerah, La Ode Zilfar Djafar dan Wakil Bupati Buton, Iis Elyanti untuk melakukan pertemun kembali untuk melakukan pendekatan mengambil hati para kepala OPD.

“Coba pak sekda pertegas lagi. Saya kemari suda perintahkan pak sekda sama Bu Wakil untuk melakukan pertemuan sama teman-teman OPD. Jadi ini kita coba pendekatan dari hati kehati dulu,” instruksinya.

La Bakry menegaskan, jika nantinya pertemuan itu tidak bisa mengambil hati kepala OPD, ia mengaku bakal mengambil langkah tegas. Sebab, ia menginginkan Komitmen dari OPD paling lama seminggu usai pertemuan ini mereka suda menetap di Pasarwajo.

“Kalau sampai tidak juga kita coba tegas-tegas saja,” katanya.

“Coba dalam minggu ini saya suda pastikan mereka suda ada disini. Bisa tidak?,” tambahnya.

Menanggapi instruksi ini, ditempat yang sama, Sekrtaris Daerah Kabupaten Buton, Ir La Ode Zilfar Djafar mengaku telah melakukan pertemuan bersama dan mewajibkan kepala OPD menetap di Pasarwajo.

“Jadi rapat tadi malam itu kita wajibkan semuah akan tinggal disini,” ujar dia.

Selain itu, terkait mobil dinas yang sebelumnya di pinjampakaikan kepada salah seorang anggota kemisioner KPU Buton, La Bakry mengaku jauh sebelumnya ia telah melayangkan surat penarikan.

“Yang berikut, Apa tadi? Mobil KPU. Itu sejak pemlihan kemarin saya suda perintahkan untuk ditarik. Suda ada surat. Sudah ada surat perintah. Coba nanti asetnya di cek lagi. Dari masa pemilu legislatif kemarin. Saya masi ingat itu saya sudah perintahkan untuk segarah ditarik kalau tidak ada di KPU,” ujarnya.

Terlepas dari itu, saat menanggapi permintaan PICA Kepton terkait permemintaan data mobil dinas yang ada kabupaten Buton. Menurut La Bakry tidak perlu sejauh itu pihak PICA Kepton memintah seluruh data randis. Sebeb, kata dia kesan dari permintaan itu tidak bagus.

Hanya saja, La Bakry menagaku sangat memahami permintaan PICA Kepton, dimana dari tuntutan itu, ASN bisa menyatu dengan masyarakat di Kabupaten Buton.

“Bahwa ASN itu bisa bersama-sama maayarakat ibu kota. Itu yang saya pahami dari pikiran yang adik-adik semuah. Dan itu terima kasih suda disampaikan. Nah, nanti tahap berikutnya inventarisasi atas SKPD,” ujarnya. (Mo1)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker