Baubau

KPK Dijadwalkan Kembali ke Baubau Pantau Aset

PUBLIKSATU.COM, BAUBAU – Koordinasi Supervisi dan Pencegahan (Kosupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) wilayah Sultra diagendakan kembali menyambangi Kota Baubau. Birokrat lembaga anti rasuah itu dijadwalkan mendarat pada Selasa 17 September 2019 mendatang.

“Benar, Kosupgah ke Baubau 15 September ini. Salah satu yang datang itu koordinator, Pak Adlinsyah Malik Nasution atau Choki,” kata Koordinator Kosupgah KPK Wilayah VIII, Edi Suryanto melalui pesan WhatsApp, Kamis (5/9).

Ia membeberkan, ada tiga agenda utama pada lawatan Kosupgah KPK kali ini. Salah satunya memantau tindak lanjut serah terima aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton ke Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau.

“Agenda lainnya, yaitu monitoring dan evaluasi efektivitas pemasangan alat perekam pajak. Kemudian, memonitoring penertiban aset Pemkot Baubau baik kendaraan maupun tanah dan bangunan,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, rombongan Kosupgah KPK juga bertandang ke Kota Baubau selama tiga 26-28 Juni 2019 lalu. Kunjungan tersebut dalam rangka monitoring dan evaluasi (Monev) pencegahan tindak pidana korupsi terintegrasi di kabupaten/kota wilayah Sultra kepulauan.

Pada kunjungan tersebut KPK meminta Pemkot Baubau untuk menarik semua aset yang dikuasai pihak lain. Salah satunya mobil-mobil dinas yang masih dimanfaatkan mantan pejabat.

KPK juga menginstruksikan agar semua aset Pemkab Buton yang ada di Kota Baubau diserahkan di Pemkot. Menjawab instruksi KPK itu Pemkab Buton bersama Pemkot Baubau sudah menggelar pertemuan di Kendari untuk membahas aset tesebut. Pertemuan tersebut dimediasi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra.

Bupati Buton, La Bakry menjelaskan saat itu Pemkab Buton dan Pemkot Baubau sudah menyiapkan memorandum of understanding (MoU) terkait dengan penyerahan aset tersebut.

Terakhir Pemkab Buton sudah mengusulkan penghapusan seluruh aset Kabupaten Buton yang ada di Kota Baubau. Saat ini usulan tersebut masih berada di meja Dewan Perwakilan Rayak Daerah (DPRD) Buton.

Tidak hanya itu, dalam lawatannya itu juga KPK mendorong Polres dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Baubau untuk menyelesaikan segera kasus-kasus. Lembaga anti rasuah ini tak ingin polisi dan jaksa terlalu lama menuntaskan tunggakan kasus. (exa)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker