Busel

KPU Busel Tawarkan Dua Dapil

BUTONPOS.COM, BATAUGA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buton Selatan mulai menggodok format daerah pemilihan (Dapil) untuk menyambut pemilihan legislatif 2019 mendatang. Ada dua pilihan usulan yang akan diajukan ke KPU RI. Sedangkan jumlah kursi masih tetap 20 anggota DPRD Busel.

Ketua KPU Busel, La Ode Masrizal Mas’ud mengungkapkan, sesuai pada rujukan PKPU sebelumnya, jumlah kursi masing-masing paling sedikit 3 kursi paling banyak 10 kursi. Usulanya tiga atau empat Dapil.

Usulan pertama menawarkan yakni Batauga dan Kadatua satu dapil, Siompu-Siompu Barat, Sampolawa, Lapandewa dan Batuatas satu dapil. Dan usulan kedua, Kecamatan Sampolawa berdiri sendiri satu Dapil. Untuk Batauga dan Kadatua, Siompu, Siompu Barat, Lapandewa dan Batuatas satu Dapil juga.

Sedangkan sesuai PKPU terbaru paling sedikit tiga kursi dan paling banyak 12 kursi. Dan rujukan PKPU terbaru ini memungkinkan Kabupaten Busel hanya dua Dapil.

“Makanya ini juga yang menjadi usulan juga. Yakni usulan Busel dua Dapil saja,” katanya ketika dikonfirmasi Buton Pos, kemarin.

Untuk usulan, dua Dapil saja yang ditawarkan KPU sesuai PKPU terbaru yakni seluruh kecamatan lama kembali dalam satu Dapil. Yaitu Batauga, Kadatua, Siompu, Siompu Barat satu dapil. Sedangkan Sampolawa, Lapandewa dan Batuatas juga satu Dapil.

“Dari dua kali pertemuan, pengusulan Dapil itu yang disuarakan. Tawaran ini nanti akan diusulkan pada saat masuk tahapan ke KPU RI yang menetapkan,” katanya.

Ia berharap pembagian Dapil ini dapat berlaku secara proporsional. Kemudian masyarakat memiliki kompetitif yang semakin terbuka dengan mengedepankan kemajuan daerah.

Dia juga menjelaskan, dalam penataan Dapil, pihaknya berpatokan pada tujuh prinsip yaitu kesetaraan nilai suara, ketaatan sistem Pemilu yang proporsional, proporsionalitas, integralitas wilayah, berada dalam wilayah cakupan yang sama, kohesivitas, dan kesinambungan.

“Kita berharap masyarakat tidak berfikir dengan pembagian Dapil ini menjadi pengkotak-kotakan. Ini bukan itu tujuan yang sesungguhnya. Tapi ketentuan yang harus dijalankan,” katanya.

“Semua bisa berfikir positif dalam berjuang dan bertarung. Dalam penentuan Dapil ini ada beberapa poin rujukan yakni diantaranya letak geografis, sosial budaya kemasyarakatan, bahasa, kultur,” tambah Rizal sapaan akrab La Ode Masrizal Mas’ud.

Penetapannya akan dilakukan KPU Pusat. KPU kabupaten/kota hanya sebatas mengusul. Sesuai dengan jadwal, tahapan mulai 17 Desember 2017 ini. Sedangkan untuk penentuan Dapil dilakukan 5-11 Januari 2018 mendatang. Tanggal 12 Januari 2018 diusulkan ke KPU RI sekaligus penetapan Dapil juga dilakukan oleh KPU RI. (aga)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker