Buton

KPU Buton Hanya Verifikasi Lima Parpol

BUTONPOS.COM, PASARWAJO – Setelah gugatan sembilan partai politik (Parpol) dikabulkan oleh Bawaslu RI, KPU RI kembali berkewajiban untuk melakukan verifikasi secara faktual terhadap Parpol tersebut. Namun pada tingkat KPU Buton, hanya lima Parpol yang diverifikasi faktual.

Lima Parpol calon peserta Pemilu 2019 yang sementara diverifikasi itu yakni PBB, PKPI, Partai Rakyat, Partai Idaman, dan Partai Garuda. Empat lainnya yakni PPPI, PIKA, Partai Bhineka dan Parsindo belum diverifikasi karena tidak melakukan pendaftaran kembali di KPU Buton.

“Dari sembilan Parpol sesuai dengan keputusan Bawaslu itu, di KPU Buton hanya lima partai yang ikut mendaftar kembali,” kata Ketua KPU Buton, Alimudin, ketika dikonfirmasi, Selasa (5/12).

Dia menjelaskan, yang diverifikasi itu salah satunya mengenai kegandaan anggota Parpol, baik ganda secara internal maupun eksternal. Maksud ganda internal yakni, satu anggota dua kali terdaftar dalam satu Parpol. Sedangkan ganda eksternal, satu nama terdaftar dalam dua Parpol atau lebih.

“Kalau terdapat orang yang sama, alamat sama dan jenis kelamin yang sama, maka itu akan dilakukan penghapusan salah satunya,” ujarnya.

Waktu verifikasi yang dibutuhkan selama 15 hari, mulai 1-15 Desember 2017. Selain bersama Parpol, KPU Buton dalam melakukan verifikasi diawasi oleh Panwascam di tujuh kecamatan Kabupaten Buton.

Dalam verifikasi ini, Alimudin belum dapat merinci jumlah nama anggota Parpol yang ganda. Namun terhadap yang ditemukan ganda, disarankan untuk dilakukan perbaikan.

“Kalau kita temukan ganda, terhadap partai kita sarankan untuk melakukan perbaikan. Apakah dia harus menambah atau bagaimana, tapi berdasarkan ketentuan kalau dia sudah melampaui angka yang disyaratkan, partai boleh dia tambah boleh juga tidak. Standar minimal keanggotaannya itu adalah 114 orang wajib KTP yang dibuktikan dengan KTA,” jelasnya. (man)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker