Baubau

Kuliah Selama 7 Tahun, Ternyata Ini Motivasi LM Sidik Wisudawan Tertua dari UM Buton

PUBLIKSATU, BAUBAU – Menuntut illmu sejatinya tak mengenal usia. Itulah yang menjadi semangat La Ode Muhammad Sidik, Seseorang yang menyelesaikan Program S1 nya pada usia 85 Tahun di Universitas Muhammadiyah Buton, Sabtu (16/11/2019).

Dalam prosesei Rapat Senat Terbuka Program Sarjana angkatan XIV UM Buton, La Ode Muhamad Sidik menjadi salah satu perhatian dari jumlah 919 wisudawan lainnya.

Semua jelas terlihat ketika LM Sidik menuju panggung utama dan sangat jelas terlihat seluruh jajaran Rektorat telah antusias menyambutnya hingga Rektor UM Buton, Dr Wa Ode Alzarliani terlihat terharu saat menyematkan tanda sarjana kepadanya
“ini merupakan bukti bahwa dalam menuntut ilmu tak kenal usia” ungkapnya.

Diketahui, LM Sidik Memulai masuk kuliah di UM Buton pada tahun 2012 lalu pada Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) program studi Bahasa dan Sastra Indonesia dan berhasil meraih gelar sarjana setelah 7 tahun menjalani proses perkuliahan.

Pria yang memiliki sembilan orang anak dengan 15 cucu dan tiga cicit tersebut mengankat judul skripsi Mengkaji Sastra Indonesia Dalam Puisi Wolio Buton dan berhasil lulus dengan IPK 3,5.

Sebelumnya, pada tahun 1999 LM Sidik juga mengambil Gelar Diploma III (D3) pada Universitas Halu Oleo (UHO) dengan jurusan yang sama yaitu pendidikan bahasa dan sastra Indonesia.

LM Sidik juga bercerita bahwa banyak dosennya merupakan mantan muridnya sebab beliau juga merupakan pensiunan Guru di SMP Negeri 1 Baubau.

LM sidik mengaku tetap menuntut ilmu meski usianya yang telah senja karena termotivasi pada anjuran Nabi Muhammad SAW yang mengatakan “tuntutlah ilmu walau sampai keliang lahat”

“Selain itu, yang memotivasi saya juga adalah anak-anak saya dan juga mantan murid saya dulu,” tuturnya.

“Gelar sarjana ini saya persembahkan kepada anak-anak saya,” lanjutnya

Selama proses perkuliahan, LM Sidik mengaku semua berjalan seperti biasa. “Biasa saja, dosen-dosennya juga mantan siswa saya,” pungkasnya

LM Sidk berharap banyak generasi muda yang lulusan UM Buton bisa menjadi sastrawan di Indonesia. “Siapa tahu nanti ada pujangga yang bersal dari Baubau,” ucapnya sambil tersenyum.

Kegigihan dan ketekunan LM Sidik dalam menempuh dunia pendidikan bisa menjadi motivasi dan dorongan bai kaum muda saat ini bahwasanya yang Tua sajah masi memiliki semangat didunia pendidikan maka yang muda harus bida melanjutkan semangat dan kegigihan kaum tua tersebut. (po1)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker