Buton

La Bakry Harap APBD Buton Tak Bocor ke Luar Daerah Lewat SPPD

PUBLIKSATU.COM, BUTON – Bupati Buton, La Bakry mengharapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) berputar dalam wilayahnya. Tidak mengalir ke keluar daerah akibat perjalanan dinas.

Menurut dia, perjalanan dinas luar hanya memperkaya orang yang ada di luar Kabupaten Buton, misalnya seperti maskapai, perhotelan, restoran dan lainnya.

“Itu yang didapat itu hanya 30 persennya. 70 persennya itu habis dibiaya transportasi dan akomodasi hotel dan makan. Tambah biaya tingkah laku. Habis,” ujar Bupati Buton, La Bakry saat rapat persiapan festival budaya tua Buton di aula kantor Bupati Buton, lantai II, Kompleks perkantoran takawa, Rabu (17/7/2019).

“Yang kaya siapa? Penerbangan. Yang punya maskapai penerbangan. Yang kaya siapa? Yang punya hotel. Yang punya restoran. Kan kalau kita pergi tinggal kita makan di restoran yang bagus-bagus. Habis kita punya uang disini, bocor,” imbuhnya.

La Bakry lantas mencontohkan pengelolaan keuangan beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Misalnya Inspektorat dan Dinas Kependuduakan dan Catatan Sipil.

Menurut dia, meskipun keuangan SKPD tersebut tergolong sedikit. Namun, pengeloaannya sangat efektif. Sebab, menurutnya, keuangan instansi tersebut tidak dibawah keluar daerah. Perjalanan luar daerah dijadikan sebagai perjalanan dalam daerah.

Dengan begitu, menurutnya keuangan tidak bocor keluar, hanya berputar dalam daerah saja.

Olehnya itu, ia mengharapkan organisasi perangkat daerah melakukan itu. Sebab, setiap dinas mempunyai tugas disetiap Desa dan Kelurahan maupun Kecamatan.

Dengan dinas dalam daerah, setiap OPD dapat mengetahui sejauh mana realisasi program yang ada di desa/kelurahan serta kecamatan terealisasi.

“Memang, saya lihat setiap OPD kita itu punya tugas sampai didesa dan kecamatan. Bisa turun tiap hari melakukan konsilidasi sehingga tugas kita didesa. KUD, mau Koperasi, mau pertanian, mau apa semuah ada kaitannya dengan desa, bisa turun lihat,” ujarnya.

“Ada 95 desa/kelurahan. Kasih mereka supa bernapas dia. Kita punya staf itu. Kalau bawa ke Jakarta selesai itu Rp 500 juta hanya berapa kali perjalanan, habis. Tapi kalau ditarik ke dalam uangnya memutar di kita. Dan kesejahteraan staf itu terangkat,” ujarnya. (Mo1)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker