Buton

La Bakry Harap DD Dikelola Padat Karya

BUTONPOS.COM, PASARWAJO – Plt Bupati Buton La Bakry harap pengelolaan Dana Desa (DD) 2018 mendatang dapat memberi dampak signifikan bagi masyarakat. Harus menyentuh sektor produktif yang bersifat pemberdayaan, sehingga mesti dikelola secara padat karya agar memantik pertumbuhan ekonomi di desa.

La Bakry mengimbau, DD harus mampu  memberi dampak langsung terhadap masyarakat. Minimal 30 persen dapat berputar di masyarakat melalui sistim padat karya. Jumlah itu sudah dianggap cukup untuk memberdayakan masyarakat pedesaan.

Sebanyak 83 desa Kabupaten Buton, setiap  desa menerima DD sekitar Rp 600 sampai Rp 800 juta per tahun. Berarti, kata La Bakry, minimal Rp 200 juta bisa diputar di dalam desa. “Sisanya baru untuk kita beli bahan atau kegiatan lain. Sebanyak 30 persen itu akan lewat gaji pekerja di desa,” ucanya di Gedung Wakaka Pasarwajo, beberapa hari lalu.

Padat karya merupakan sistem pengerjaan proyek DD yang dilakukan sendiri  masyarakat desa. Kebijkan ini sesuai dengan instruksi Presiden RI Joko Widodo agar mulai 2018 mendatang DD dikelola secara padat karya.

Untuk Kabupaten Buton, kucuran DD mencapai Rp 46 miliar lebih yang dibagi dalam dua termin. Sekarang  tinggal empat desa lagi yang belum menerima kuncuran termin kedua.

“Coba bayangkan, kalau 30 persen dari 46 miliar khusus untuk warga desa, tentu bisa mendorong kesejahteraan mereka,” ujar La Bakry.

Dia menambahkan, proyek di desa memang dianjurkan secara padat karya. Apalagi jika DD tidak harus melalui sistim lelang meski nilainya di atas Rp 200 juta.

“Makanya pemerintah desa itu harus kreatif, karena prinsip sebenarnya DD itu dikelola secara swadaya,” tandasnya. (man)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker