Buton

La Bakry Sebut Tuntutan Honorer Belum Disanggupi

BUTONPOS.COM, PASARWAJO – Menanggapi tuntutan ribuan honorer yang meminta perbaikan nasib dan upah layak, Plt Bupati Buton La Bakry mengatakan belum dapat disanggupi.

Karena, kata La Bakry, Kementerian Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) melarang daerah untuk menerima honorer apalagi memberinya upah. Untuk mentaktis itu, honorer sekarang diganti dengan tenaga magang dengan ketentuan siap untuk tidak diberi upah atau gaji.

“Kebijakan honorer itu sebenarnya tidak ada. Sudah dilarang oleh Menteri (Kemenpan RB) bahwa daerah dilarang terima tenaga honorer itu,” kata La Bakry kepada sejumlah awak media di kantornya, Rabu (13/12).

Kebijakan penerimaan honorer hanya berkaitan dengan tenaga teknis atau operator. Salah satunya seperti tenaga honor pada bagian kebersihan. Upah mereka dianggarkan Rp 400 ribu hingga Rp 600 ribu per orang per bulan, atau tergantung dari kemampuan anggaran.

“Kalau honorer itu tidak banyak, hanya beberapa saja yang berkaitan dengan tenaga teknis, operator, dan sebagainya,” ujarnya.

Honorer selain tenaga teknis atau operator, kini bernama tenaga magang. Komitmen terhadap tenaga magang itu siap untuk tidak digaji sejak sebelum masuk mengabdi pada salah satu instansi.

“Masa orang mau mengabdikan dirinya untuk daerah kita larang. Kalaupun mereka dikasih uang transport, itu kembali kepada kebijakan masing-masing instansi,” jelasnya. (man)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker