Baubau

La Rosa Si Terdakwa Pembunuh Istri Dituntut 15 Tahun

PUBLIKSATU.COM, BAUBAU – Terdakwa pembunuhan berencana, Rusaini alias La Rosa dituntut pidana penjara selama 15 tahun. Tuntutan terhadap pria yang didakwa menghabisi nyawa Wa Ode Rahmawati yang tidak lain istri sirinya itu dibacakan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Baubau, Kamis (23/5).

“Kita menuntut terdakwa 15 tahun penjara,” tutur Kasi Pidum Kejari Baubau, Awaluddin Muhammad dihubungi via seluler, usai sidang, kemarin.

Pertimbangan memberatkan, kata dia, pihaknya merasa yakin terdakwa telah merencanakan pembunuhan di lokasi yang sepi. Kemudian, terdakwa juga menghabisi dengan cara sadis, yaitu enam tikaman ke tubuh dan menginjak-injak kepala korban.

“Pertimbangan yang meringankan, terdakwa sejak awal dia berterus terang tidak mempersulit pemeriksaan. Kemudian, antara terdakwa dan korban ini sudah berselisih paham dalam kehidupan keluarga selama enam bulan belakangan,” ulasnya.

Sementara itu, tim kuasa hukum terdakwa La Rosa, Asmar mengatakan, atas tuntutan tersebut, kliennya akan mengajukan nota pembelaan atau pledoi pada sidang selanjutnya.

Menurut dia, tidak benar kliennya telah melakukan pembunuhan berencana terhadap istri sirinya itu. “Memang waktu itu terdakwa membawa pisau, tapi hanya untuk berjaga-jaga,” tukasnya.

Kata dia, berdasarkan keterangan di persidangan, kliennya tidak pernah berniat membunuh korbannya. Namun, karena pada saat itu, korban menyebut nama lelaki yang diduga selingkuhan, sehingga membuat terdakwa menjadi gelap mata menghujamkan pisau.

“Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, korban berkata maafkan saya sudah selingkuhkan kau. Ini sesuai keterangan dari terdakwa dalam sidang,” pungkasnya.

Untuk diketahui, La Rosa dituduh menghabisi nyawa Rahmawati di sebuah area perkebunan di perbatasan antara Kelurahan Sulaa Kota Baubau dan Kabupaten Buton Selatan (Busel) pada Sabtu 29 Desember 2018 lalu.

Atas kasus tersebut La Rosa didakwa dengan tiga pasal sekaligus, yakni 340, 338, dan 354 ayat (2) KUHPidana. (exa)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker