Baubau

Lagi, Bawaslu Panggil Pejabat Pemkot Baubau

BUTONPOS.COM, BAUBAU – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Baubau kembali memanggil sejumlah pejabat Pemkot yang disinyalir terlibat politik praktis. Pasalnya, para pejabat itu hadir dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang diadakan Kelurahan Bukit Wolio Indah (BWI).

Sejumlah pejabat tersebut yakni La Ode Aswad (Asisten I Setkot), Armin (Plt Sekot), Roni Muhtar (Kadis Perhubungan), Muhammad Salim (Kadis PU dan Penataan Ruang), Syamsul Bahri (Kadis Koperasi dan UKM), Amiruddin (Mantan Kadis KP).

Sebelumnya Bawaslu sudah memanggil Lurah BWI Seniwati. Kemarin giliran Asisten I Setkot Baubau, La Ode Aswad yang dimintai klarifikasi.

Aswad yang diagendakan dimintai keterangan pukul 08.30 Wita, tak kunjung muncul di sekretariat Bawaslu Baubau hingga petang. Bawaslu Baubau pun terpaksa melayangkan panggilan kedua.

Bawaslu juga memanggil Armin, Roni Muhtar, Muhammad Salim, Syamsul Bahri, dan Amiruddin yang diagendakan akan dimintai klarifikasi, Jum’at (15/12).

“Hari ini (kemarin, red) pukul 08.30 jadwal klarifikasi Asisten I, Aswad, tapi belum hadir. Kalau Sekda, Kadis PU, Kadis Perhubungan, Kadis Koperasi dan UKM dan mantan Kadis Kelautan hari ini baru dikirim undangannya untuk hadir besok (hari ini, red),” ungkap Koordinator Divisi hukum, penanganan pelanggaran dan penyelesaian sengketa Bawaslu Baubau, Wa Ode Frida Vivi Oktavia.

Para petinggi Pemkot ini dipanggil untuk mengklarifikasi sikap dan perilaku mereka pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Kelurahan BWI Kecamatan Wolio, Sabtu (2/12) lalu. Kala itu, pejabat-pejabat tersebut tertangkap kamera tengah duduk bersama Wali Kota AS Tamrin yang berencana akan maju kembali bertarung di Pilwali 2018 mendatang.

Frida mengungkapkan, pemanggilan para pejabat tersebut masih berkaitan dengan keterangan Lurah BWI Seniwati yang sudah dimintai keterangan sebelumnya. Ditambah lagi, pihaknya mengantongi bukti berupa foto kehadiran pejabat bersangkutan pada acara Maulid malam itu.

Yang menguatkan ada indikasi politik, dalam foto tersebut isertai sebuah baliho politik. “Latar belakang foto bersama mereka itu ada baliho bertuliskan Sudah Jelas Tamrin Tetap Tampil Pilihanku, Lanjutkan. Disini kami menduga ada keberpihakan mereka terhadap salah satu bakal calon Wali Kota,” imbuh Advokat non aktif ini.

Dia menegaskan, sama dengan Seniwati, para pejabat tersebut juga terindikasi melanggar Undang-Undang (UU) nomor 5 tahun 2014 tentang ASN. Dengan jelas diatur dalam pasal 2 huruf (f) tentang asas netralitas ASN serta pasal 3 tentang kode etik dan perilaku ASN.

“Yang jelas kami serius terhadap penanganan netralitas ASN dalam Pilkada sesuai dengan surat edaran dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Dimana dalam surat edaran tersebut dengan jelas menekankan ASN untuk menjaga kode etik dan perilakunya dalam Pilkada,” tandas Frida. (exa)

Ini Pejabat yang Dipanggil Bawaslu:

* Selasa (28/11/2017):
– Abdul Rahim (Kepala Bappeda Baubau)
– dr Hasmuddin (Mantan Dirut RSUD Baubau)
– Nurhadi Anisi (ASN Pemkab Busel)
– Abdul Rajab (Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Baubau)

* Sabtu (09/12/2017):
– Seniwati (Lurah BWI)

* Kamis (14/12/2017):
– La Ode Aswad (Asisten I Setda Baubau)

* Jum’at (15/12/2017):
– Armin (Plt Sekot Baubau)
– Roni Muhtar (Kadis Perhubungan Baubau)
– Muhammad Salim (Kadis PU dan Penataan Ruang Baubau)
– Syamsul Bahri (Kadis Koperasi dan UKM Baubau)
– Amiruddin (Mantan Kadis KP Baubau)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker