Busel

Lapandewa Jadi Sentra Pengembangan Bawang Merah di Sultra

PUBLIKSATU.COM, LAPANDEWA – Dinas Pertanian dan PDAM Kabupaten Buton Selatan berkomitmen untuk meningkatkan produksi pertanian bawang merah di Kecamatan Lapandewa. Pihaknya akan menambah jangka tanam yang sebelumnya hanya dua kali panen dalam setahun menjadi 3-4 kali.

Komoditas yang tak pernah kosong di dapur rumah ini memang sudah ditanam sejak lama oleh masyarakat Lapandewa. Dulu dikenal dengan nama bawang Lande atau Lapandewa.

Ini yang menjadi semangat Dinas Pertanian untuk menjadikan Lapandewa sebagai sentra pengembangan bawang merah. Target pemasarannya bukan hanya di lingkup Sulawesi Tenggara (Sultra), nasional dan bahkan bisa ekspor ke luar negeri.

Sabtu, (11/01/2020), Kepala Dinas Pertanian, Muhammad Syafir dan Direktur PDAM Busel, Tamrin Tamim bersama Camat Lapandewa, La Nilo, kepala desa serta beberapa kelompok tani menggelar pertemuan di Rujab Camat Lapandewa. Mereka sepakat dan berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan produksi bawang merah.

Kembangkan Teknologi Pengairan

Di Indonesia ada beberapa daerah penghasil bawang merah yang produksinya melimpah, seperti di Brebes, Enrekang dan Bima. Di sana teknologi pertanian bawang merah cukup memadai.

Di Buton Selatan khususnya di Lapandewa ingin mensejajarkan diri dengan daerah tersebut. Untuk merebut itu, pemerintah akan mengadakan teknologi pengairan agar meningkatkan hasil panen yang optimal.

“Kami dari dinas pertanian kerjasama dengan PDAM, supaya para petani bisa diusahakan air. Kendala selama ini air. Kami punya mimpi jadikan Lapandewa sebagai sentra bawang merah di Sultra,” kata Muhammad Syafir kepada Publiksatu.com usai melakukan pertemuan di Rujab Camat Lapandewa.

Dengan teknologi pengairan ini diyakini bisa meningkatkan produksi dan hasil panen petani.

“Sebelumnya dua kali, bisa sampai 3-4 kali panen. Umurnya kan hanya 50 hari. Dua Minggu atau satu bulan bisa menanam lagi karena sudah ada air. Jadi sepanjang tahun bisa menanam,” sambungnya.

Kendala lainnya seperti hama dan penyakit jenis posarium bisa dikendalikan pada bawang merah Lapandewa serta ketersediaan pupuk urea. “Sementara untuk pupuk tahun 2020 ini, kita lobi pihak distributor bisa diberikan 180 ton pupuk urea. Yang tadinya kita hanya dapat 60 ton,” ungkap Muhammad Syafir.

Produksi Meningkat

Tak ada yang tidak mungkin jika Lapandewa ingin maju dalam pengembangan bawang merah. Mengingat kondisi lahan yang cukup subur memungkinkan daerah ini bisa meraup hasil maksimal pada komoditas tersebut.

Lapandewa memiliki luas lahan perkebunan bawang merah sekitar 36 hektare. Dengan rincian di Desa Lapandewa Kaindea 10,4 Ha, Desa Lapandewa 7,8 Ha, Desa Burangasi Rumbia 6,3 Ha, Desa lapandewa Makmur 7 Ha dan Desa Burangasi 4,5 Ha.

Dikelola secara tradisional, petani mampu mendapat hasil sekitar 5 ton per hektare sekali panen. Maka dengan teknologi pengairan, targetnya tahun 2020 ini bisa meningkat menjadi 7-8 ton per hektare.

“Per hektare 5 ton sekali panen, kalau di daerah lain bisa 10 ton. Tahun 2020 Insyallah dari 5 paling bisa menjadi 7 atau 8 ton per hektare. Caranya dengan teknologi pengairan dan ketersediaan pupuk,” tukasnya.

“Kemarin benihnya hanya 50 kilogram bisa menghasilkan uang Rp 12 juta. Itu masih tradisional, bagaimana jika kita ada sentuhan teknologi,” ucap Muhammad Syafir dengan semangat.

Budidaya Berkelanjutan

Pemkab Busel juga akan mengupayakan penanaman bawang merah untuk benih. Sehingga produksi komoditas tersebut tidak bergantung pada bibit bantuan pemerintah yang diambil dari luar daerah.

Diketahui selama ini produksi bawang merah Lapandewa hanya ditanam dan dijual untuk konsumsi saja.

“Sebenarnya kami upayakan bukan hanya konsumsi tapi mereka tanam untuk benih juga, jangan kita harapkan bantuan. Kami ajak mereka bisa mandiri dan profesional. Kita jadikan petani itu fokus dan menjadi mata pencaharian dan lapangan kerja di situ,” pungkasnya. (sim)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker