Baubau

Lebih Dekat dengan Kururio Ojol Baubau

Kalimantan Tertarik, Siap Ekspansi Hingga Pemesanan Kuliner

KEMAJUAN IT membuat revolusi dibanyak hal, salah satunya ojek online (Ojol). Menangkap peluang itu, Kururio membuka jasa Ojol di Baubau. Bagaimana progresnya?

Laporan: Irwansyah Amunu, Baubau

TREN ojek berbasis aplikasi yang dikenal dengan ojek online tidak hanya ada di kota-kota besar di Indonesia. Kota Baubau kini juga memiliki ojek online berbasis aplikasi bernama Kururio. Aplikasi karya anak-anak muda Baubau telah dilaunching beberapa waktu lalu.

Cooperation and Law Manager Kururio, Rendy Saputra mengatakan aplikasi ojek online Kururio telah tersedia di PlayStore dan dapat di-download secara gratis. Pihaknya berikhtiar menghadirkan moda transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau di Kota Baubau.

“Masyarakat kini bisa langsung memesan layanan ojek secara online lewat ponsel pintar masing-masing. Insya Allah ini menjadi transportasi online yang aman, nyaman dan terjangkau. Sebab setiap driver yang menjadi Mitra Kururio telah melewati serangkaian seleksi serta proses training,” ungkapnya.

Rendy berharap aplikasi ini bisa membantu masyarakat terutama para tukang ojek. Sebab aplikasi ini bisa membantu para driver ojek dalam mencari pelanggan.

Kururio

“Selama ini kan tukang ojek yang tersebar di Baubau masih harus menawarkan jasa dengan berkeliling, menunggu di pangkalan, bahkan harus memutari kota Baubau untuk mencari penumpang. Lewat aplikasi ini, mereka bisa tinggal memantau aplikasi Kururio dan pelanggan yang akan mencari driver, ” jelasnya.

Lebih lanjut Rendy menambahkan meski untuk sementara baru layanan ojek online roda dua dan roda empat yang tersedia. Pihaknya kedepan juga akan menghadirkan beberapa layanan seperti pemesanan kuliner, jasa antar barang, serta beberapa layanan lainnya.

“Insyaallah dalam waktu dekat, selain layanan mobil dan motor, Kururio juga akan menyediakan beragam layanan seperti layanan pemesanan kuliner, jasa antar barang, hingga layanan pulsa dan tiket pesawat,” bebernya.

Disinggung soal adanya potensi penolakan dari ojek pangkalan terhadap ojek online seperti dibeberapa daerah, Ia menjelaskan kehadiran aplikasi Kururio bukanlah ancaman melainkan bisa mempermudah para ojek pangkalan menemukan penumpang.

Kururio

“Aplikasi ini sebenarnya sangat membantu driver ojek pangkalan mendapatkan penumpang. Jadi bisa mencari penumpang secara offline di pangkalan, maupun secara online lewat aplikasi. Sehingga saya juga mengajak teman-teman ojek pangkalan untuk bergabung menjadi mitra Kururio,” tutupnya.

Belum sepekan diluncurkan, namun yang telah mendownload aplikasi Kururio sudah di atas angka seribu. Fantastis bagi Baubau.

Infonya yang dihimpun koran ini, meski baru beberapa hari beroperasi antusias penumpang tergolong tinggi. Ada seorang sopir mobil Kururio yang omzetnya dalam sehari Rp 600 ribu.

Bukan hanya itu, beberapa Ojol sepeda motor sudah beberapa kali melakukan top up. Artinya jumlah penumpang tinggi.

Menariknya Kururio Ojol dan mobil tidak hanya disopiri laki-laki. Namun ada juga wanita.

Menariknya lagi drivernya ada yang berstatus ASN. Tentu ia kerja di luar waktu kantor.

Saya mencoba menggunakan aplikasi Kururio dari Stadion Betoambari ke Kantor Pos Baubau, terlihat sejumlah mobil di titik koordinat. Tarifnya Rp 19 ribu.

Yusran Razikun, salah seorang Manajemen Kururio lainnya mengaku kendati baru beroperasi, pihaknya sudah ditawari sejumlah pihak. Salah satunya datang dari Sambas, Kalimantan.

Suatu terobosan luar biasa dari anak daerah. Dari Baubau, untuk Indonesia bahkan dunia.(***)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker