Baubau

Lelang 11 Jabatan Pemkot Baubau, Wawali Tegaskan tak ada Peserta Titipan

PUBLIKSATU.COM, BAUBAU – Asumsi liar merebak dalam seleksi terbuka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau. Salah satunya soal indikasi nepotisme peserta yang diikutkan menjadi peserta lelang 11 jabatan eselon II itu.

Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota (Wawali) Baubau, La Ode Ahmad Monianse membantah ada peserta titipan dari oknum tertentu dalam lelang jabatan tesebut. Ia memastikan, peserta lelang yang menduduki jabatan strategis nanti adalah orang kompeten.

“Pak Wali sudah sangat tegas mengatakan bahwa lelang jabatan ini objektifitas. Sehingga, diharapkan siapa terbaik dari hasil lelang itulah yang akan menduduki jabatan yang ditentukan,” tandas Monianse dikonfirmasi di Palagimata, Senin (5/8).

Ketua DPC PDI-Perjuangan Kota Baubau ini juga menepis keputusan merombak 172 pejabat disertai non job 65 pejabat setingkat eselon III dan IV pada Juni lalu merupakan bagian dari skenario memberikan ruang kepada pegawai negeri sipil (PNS) titipan untuk menduduki jabatan strategis Pemkot Baubau.

“Saya kira tidak seperti itu. Informasi yang saya dapat dari Ketua Baperjakat bahwa mutasi waktu itu sudah sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, 57 peserta lelang jabatan dinyatakan lulus administrasi. Data menunjukkan, posisi yang paling banyak diminati adalah Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda. Pesertanya masing-masing delapan orang.

Menyusul, jabatan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang sebanyak enam peserta. Kemudian, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Kepala Dinas Pertanian, dan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana masing-masing lima peserta.

Selebihnya, jumlah pesertanya standar, yakni empat orang. Jabatan tersebut adalah kepala Dinas Ketahanan Pangan, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum Setda Sekretaris DPRD, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman serta Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan.

Sejauh ini, lelang jabatan ini telah menyelesaikan asesmen di Lembaga Administrasi Negara (LAN) Makassar. Belum ada informasi, jumlah peserta yang mengikuti tahap ini. Namun, yang jelas masih ada satu tahap lagi harus dilewati peserta yang yakni wawancara oleh Panitia Seleksi (Pansel).

Akumulasi nilai asesmen dan wawancara ini menjadi dasar pengajuan tiga besar ke Wali Kota Baubau sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK). Selanjutnya, Wali Kota menentukan satu nama dari tiga besar itu untuk menduduki jabatan yang dilelang. (exa)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker