Baubau

Lima Mobil Dinas Pemkot Baubau Hilang, Terakhir Digunakan Oknum Mantan Pejabat

PUBLIKSATU.COM, BAUBAU – Sejumlah kendaraan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau dinyatakan sudah hilang. Tidak main-main, kendaraan tersebut lima unit diantaranya jenis mobil dinas (Mobdis).

Kondisi ini menjadi salah satu catatan serius Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut informasi yang diperoleh tim Koordinasi Supervisi dan Pencegahan (Kosupgah) KPK, mobil dinas tersebut terakhir digunakan oknum mantan pejabat.

“Kota Baubau ini kehilangan lima mobil dinas. Kan aneh juga, di pulau sekecil Buton ini, ada mobil bisa hilang,” ungkap Koordinator Kosupgah KPK Wilayah VIII Sultra, Edi Suryanto dikonfirmasi, akhir pekan lalu.

Kata dia, pihaknya sudah meminta Inspektorat Kota Baubau untuk mengumpulkan data-data terakhir penggunaan mobil dinas tersebut. “Cari dulu sejarahnya kenapa hilang, siapa yang pakai terakhir dan dia diminta pertanggungjawaban atau tidak,” urainya.

Selain itu, KPK juga sudah memberikan beberapa catatan dan batas waktu kepada Badan Pengelola Keuangan Aset dan Pendapatan Daerah (BPKAPD) Kota untuk segera menyelesaikan persoalan hilangnya mobil dinas itu.

“Itu harus dikembalikan. Dikejar itu mobil yang dibawa mantan pejabat. Secara teknis, itu bisa dipidanakan kalau memang diperkarakan,” ujar dia.

Dia menegaskan, seorang ASN berstatus mantan pejabat sudah tak berhak lagi menggunakan mobil dinas milik Pemkot yang hilang tersebut. “Kalau saya tahu persis itu mantan pejabat sudah tidak pemerintahan lagi,” pungkas Edi.

Meski ada yang hilang, Pemkot tetap akan beruapaya menarik sisa-sisa aset-aset daerah itu yang diakuasi pihak lain itu.

Sebelumnya Sekretaris Kota Baubau, Roni Muhtar menuturkan, pihaknya akan menarik set-aset Pemkot yang secara fisik dikuasai pihak lain.

“Moga-moga dalam waktu secepatcepatnya hal ini tuntas. Sehingga akan
membuat Pemkot memiliki tambahan aset. Tentu ini akan dimanfaatkan
sebaik-baiknya untuk kepentingan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat,” imbuh Roni Muhtar.

Dia mengungkapkan, sebenarnya selama ini Pemkot sudah melakukan upaya-upaya penarikan aset tersebut secara persuasif, tapi hasilnya belum maksimal. Untuk itu, pihaknya berharap pihak-pihak tersebut agar kooperatif mengembalikan aset Pemkot.

“Dengan penegasan KPK ini, maka harus kita tindak lanjuti itu. Nanti tunggu hasilnya, insha Allah kita akan ada tambah aset,” tukasnya.

Menurut dia, banyak faktor yang menyebabkan pihak tidak berhak itu
masih menguasai aset Pemkot. “Bisa saja mungkin mereka terlambat tahu,
bisa saja tahu tapi tidak merespon atau mengharapkan penghapusan,” tambahnya. (exa)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker