Buton

Lowongan CPNS 2019: Buton Dapat Kuota 211, Tidak Ada Formasi Guru

PUBLIKSATU.COM, BUTON – Pemerintah Kabupaten Buton mendapatkan jatah Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi pada penerimaan CPNS tahun 2019 ini sebanyak 211 orang.

Meskipun mendapat kuota, Bupati Buton, La Bakry nampak tidak berpuas diri. Ia terlihat menyesali jatah itu. Pasalnya, dari jumlah kuota tersebut, formasi guru tidak ditemukan. Kata dia yang ada hanya, Tenaga Teknis, Keperawatan dan Dokter saja.

“Tahun ini kita tidak dapat lagi jatah untuk guru,” ujar La Bakry saat rapat kerja Dinas Pendidikan dan syukuran raihan anugerah sebagai Penyelenggara Festival Internasional Penunjang Pariwisata terbaik di Desa Nambo, Kecamatan Lasalimu, Sabtu (19/10/2019).

La Bakry menjelaskan sejatinya, tahun 2018 lalu, Kabupaten Buton mendapat kuota sebanyak 301 orang. Dari jumlah itu, 250 orang diantaranya dinyatakan lulus CPNS. Sementara satu lainnya, lulus ASN pada sekolah kedinasan.

Kata Bupati, pada penerimaan CPNS sebelumnya, formasi guru mendominasi kuota CPNS Kabupaten Buton. Berbeda dengan tahun ini, formasi guru nihil.

“Paling banyak kemarin kita tenaga guru. Kita tahun lalu 251. 251 itu sebagian besar guru. Tahun ini tidak ada guru. Di tulis itu pendidikan, nol,” ujarnya.

Orang nomor satu di pemerintahan Kabupaten Buton itu menyayangkan kuota guru yang tidak ada sama sekali pada pemerimaan CPNS tahun ini. Sebab, kata dia untuk tenaga pendidik setiap tahunnya ditemukan ada yang pensiun.

“Tahu lalu saya pernah mewisuda guru-guru itu 150 orang. 150 orang yang pensiun. Sementara dikasi kita, kalau Zero, pensiun berapa? Isi segitu. Itu zero namanya. Kalau ini bukan zero lagi, kurang. Kalau tenaga lain boleh. Tapi tenaga kependidikan ini tidak boleh,” ujarnya.

“Kenapa tidak boleh, karena tugas utama kita semua mencerdaskan kehidupan bangsa. Bagaimana kita mau mencerdaskan kalau barangnya tidak cukup kita siapkan. Guru-gurunya tidak ada,” sambungnya.

La Bakry menekankan kepada Dinas Pendidikan agar dirinya setiap tahun disajikan data pendidikan. Misalnya, data guru pensiun dan kekurangan tenaga guru bidang studi.

Tujuannya, agar ia bisa berjuang untuk mendapatkan formasi. Sebab, menurutnya, jika peta kekuatan sumber daya manusia di bidang pendidikan tidak jelas. Masyarakat tidak bisa menjemput abad industri saat ini.

“Harus setiap data pendidikan. Saya setiap tahun saya di laporkan. Berapa tenaga guru yang pensiun? berapa tenaga guru bidang studi yang kurang? Matematika berapa? IPA berapa? Supaya saya bisa berjuang untuk mendapatkan formasi,” ujarnya. (Cro2)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker