Kesehatan

Mahasiswa Akper Buton Ingin Kampusnya tak Ditutup

BUTONPOS.COM, PSARWAJO – Mahasiswa Akper Buton kini dilanda perasaan galau. Pasalnya, kampus yang mereka jadikan sebagai wadah untuk menimbah ilmu perguruan tinggi itu terancam ditutup.

Sebut saja Ardin Ani, mahasiswa Tingkat III ini mengaku bingung terhadap sikap Kemenkes yang menolak kampusnya di merger.

“Kenapa seperti itu, ditolak mergernya,” katanya kepada butonpos.com.

Lebih lanjut Ardin mengatakan apa lagi penolakan itu tanpa alasan.

“Baru tidak ada alasanya di tolak,”ujarnya.

Ardin mengharapkan pemerintah terus mempertahankan aset daerah yang sudah ada. Apalagi perjuangan pendirian kampus ini tidaklah mudah.

“Mudah-mudahan rapat hari Senin yang bahas itu, ada jalan keluarnya,” harapnya.

Kegalauan ini sebenarnya berawal dari penerapan UU nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, bahwa pemerintah kabupaten/kota dan provinsi tidak dibolehkan lagi menangani perguruan tinggi.

Atas kondisi itu, Pemkab Buton sudah berupaya mencari solusi dengan memergerkan kampus tersebut ke Kementerian Kesehatan. Sayangnya, upaya itu ditolak oleh kemenkes dengan alasan yang tidak jelas. (Po1)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker