Baubau

Melawan Saat Dibegal, Dua Siswa di Baubau Malah Jadi Tersangka

PUBLIKSATU.COM, BAUBAU – Puluhan masa yang tergabung dalam Aliansi Lipu-Katobengke ramai-ramai mendatangi Mapolres Baubau untuk melakukan unjuk rasa, Kamis (23/01/2020).

Unjuk rasa tersebut digelar atas dugaan diskriminasi oleh Oknum Polsek Murhum terhadap dua orang warganya yang masih berstatus pelajar dengan inisial A dan R.

Salah satu masa aksi, yang biasa di sapa La Ayi dalam orasinya mengatakan kejadian tersebut bermula pada tanggal 02 januari 2020 lalu terlah tetjadi tindakan penjambretan oleh tiga orang pelaku di Jalan Betoambari depan hotel Anisa yang di alami oleh saudara A dan R. Atas penjambretan tersebut, Saudara A dan R kehilangan Handphone miliknya.

Saudara A dan R sempat melakukan perlawanan dengan memukul pelaku sambil berteriak kemudian para pelaku jambret tersebut melarikan diri namun satu diantaranya tertinggal hingga di babak belur.

Atas insiden tersebut, pelaku jambret tersebut diamankan di polsek murhum dan diwaktu yang bersamaan saudara A dan R mendatangi Mapolsek Murhum melaporkan kejadian tersebut namun tidak di tanggapi, kemudian di tanggal 03 Januari A dan R kembali ke Polsek Murhum untuk untuk menanyakan kelanjutan laporannya namun lagi-lagi tidak digubris.

Hingga tepat pada tanggal 17 Januari 2020, saudara A dan R kembali ke Polsek Murhum guna menindak lanjuti laporannya, alhasil statusnya bukan dijadikan sebagai korban jambret akan tetapi di jadikan saksi tindak penganiayaan dan di limpahkan sebagai tersangka.

Menanggapi Hal itu, Kapolres Baubau langsung menemui para demonstran dan mengaku bertanggungjawab atas penetapan tersangka ke dua Pelajar ini

“Saya sangat bertanggungjawab, kami akan lakukan penuntutan hukum seadil-adilnya dan itu jaminan dari saya. Upaya upaya hukum yang dilakukan polres Baubau dalam hal ini Polsek murhum itu masih berjalan bukan berhenti disini. Proses penegakan hukum masih berjalan” kata dia di depan para demonstran.

“Beri kami waktu percayakan sama kami, masukan ini tidak akan berhenti disini akan kami tindak lanjuti. Beri kami waktu untuk membuktikan bahwa kami profesional karna ini proses penyelidikan butuh waktu tapi secepat cepatnya. Kami akan gelar perkaranya,” tutupnya.

Diakhir saat temui masa aksi, Kapolres Baubau langsung memberikan Kontak Ponselnya kepada para demonstran agar bisa langsung berkomunkasi baik secara Formal Maupun Informal.

Untuk diketahui saat ini saudara A dan R telah dititpkan di Lapas Baubau sejak tanggal 18 Januari 2020 lalu. (Po1)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker