Muna

Mukmin Naini “Melawan”

BUTONPOS.COM, MUNA – Ketua DPRD Muna, Mukmin Naini mulai angkat bicara terkait usulan dari DPD PAN soal pergantian dirinya dari jabatan ketua dewan. Katanya, sebagai pimpinan dewan, pihaknya belum menerima surat usulan tersebut.

“Suratnya saya belum terima,” singkatnya ketika ditanya terkait surat DPD PAN Muna.

Politisi PAN itu tidak tinggal diam dengan surat usulan pergantian itu. Menurutnya, usulan pergantian itu tidak mendasar.

Pasalnya, selama ini ia merasa tidak pernah melakukan pelanggaran di partai. Buktinya, tidak pernah dia diberi teguran baik lisan maupun tulisan atau dipanggil menghadap untuk melakukan klarifikasi.

“Sampai saat ini saya tidak tahu kesalahan apa yang saya perbuat. Saya juga tidak pernah dimintai klarifikasi,” ungkapnya.

Bilamana usulan pergantiannya jelas, Ia legowo melepaskan jabatannya.

Karena itu, ia menaruh harapan pada rekan-rekanya di dewan untuk pandai melihat kondisi usulan pergantian itu. Memang, pergantian itu domain partai, namun harus diperhatikan apa dasarnya.

“Usulan pergantian itu harus melalui persetujuan DPP. DPP harus mengeluarkan SK pada calon pengganti. Sampai hari ini DPP belum mengeluarkan SK itu,” terangnya.

Mukmin juga mengaku selama ini tidak punya masalah dengan partai. Hanya saja, memang terjadi miskomunikasi dengan para kader PAN pasca putusan MK yang memenangkan pasangan bupati-wakil bupati, LM Rusman Emba-Malik Ditu. Dimana, pasca putusan itu, kader PAN menyarankan agar menunda pengesahan penetapan bupati terpilih.

“Saat itu juga saya bersama Fraksi PAN gelar rapat. Mereka tidak ada yang memberi alasan untuk penundaan. Tanpa Fraksi PAN, pengesahan tetap dilakukan. Saat itulah saya dikatakan sebagai penghianat,” jelasnya.

Soal rencana penundaan pengesahan itu juga sudah dilaporkan pada Ketua DPW PAN Sultra yang saat itu dijabat Umar Samiun dan Ketua DPP, Zulkifli Hasan. “Mereka sampaikan, sudahlah, memang sakit karena kita sudah punya harapan untuk menang ,tetapi MK memutuskan kita kalah. Lanjutkan proses paripurna pengesahan itu dan jangan sampai PAN dianggap sebagai partai pecundang oleh masyarakat,” bebernya.

Dia juga membantah bila dikatakan sudah tidak aktif di partai. Dengan jabatannya sebagai Sekretris, pihaknya sudah berupaya melakukan langkah-langkah untuk membesarkan partai. Memang, saat verifikasi partai dirinya sudah tidak aktif lagi. Hal itu didasari, karena selama rapat dirinya tidak pernah dilibatkan. Apalagi rapatnya diadakan di rumah pribadi Ketua DPD PAN, LM Baharuddin.

“Saya juga sudah menghadap kepada Ketua DPW PAN Sultra Abdurrahman Shaleh dan memberitahunya bahwa saya sebagai kader lebih mengutamakan partai. Kalau posisi saya sebagai sekretaris menghambat jalannya organisasi, maka saya siap untuk digantikan. Pada akhirnya saya memang diganti oleh Lukman Rachman,” pungkasnya.

Sebelumnya, Sekretaris DPD PAN Muna, Lukman Rachman mengatakan, usulan pergantian penggeseran Mukmin berdasarkan rapat pleno partai. Seluruh kader dan pengurus partai berlambang matahari terbit itu sepakat agar Mukmin diganti.

Salah satu alasanya, tutur dia, Mukmin dianggap tidak loyal dan patuh lagi terhadap partai. “Semua kader dan pengurus partai menginginkan agar diganti. Pergantian itu juga telah mendapat restu dari DPP,” ungkap Lukman.

Pria yang kerap disapa Uke itu membeberkan, selama menjabat sebagai Ketua DPRD, Mukmin jarang melibatkan diri pada urusan kepartaian. Buktinya, saat verifikasi partai yang dilakukan KPU, Mukmin yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris DPD PAN, tidak pernah terlihat batang hidungnya di sekretariat partai.

“Pergantian ini juga sebagai bentuk penyegaran. Dia (Mukmin) tetap menjadi anggota DPRD, hanya posisinya saja sebagai pimpinan diganti,” ungkapnya.

Koleganya, Muhamad Rahayu Walendo, Wakil Ketua PAN Bidang Pengkaderan menaruh harapan pada Mukmin untuk bisa lego melepas jabatanya. Bilamana Mukmin melakukan perlawanan alias ngotot mempertahankan posisinya, maka PAN tidak segan-segan memberikan sanksi yang lebih tegas. “Bisa jadi langsung pemecatan,” tegasnya.

Ia pun berharap kepada seluruh anggota DPRD Muna dapat memproses usulan pergantian itu. Karena, di PAN sendiri tidak bisa lagi mempertahankan Mukmin.

Sementara itu, Plt Sekwan Muna, Usman membenarkan telah menerima usulan pergantian Mukmin itu dari PAN. Selanjutnya, surat usulan tersebut akan diserahkan ke pimpinan dewan untuk di proses. “Ada mekanisme yang harus dilalui. Pergantianya harus melalui rapat paripurna,” ujar Usman.

Selain menerima usulan pergantian Ketua DPRD, tambah dia, pihaknya juga telah menerima pemberitahuan pergantian Ketua Fraksi PAN dari La Sanusi ke Awaluddin. “Karena fraksi bukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD), jadi kami hanya menerima pemberitahuan dari partai,” tandasnya. (cr1)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker