Muna

Munir Kembali Dilantik jadi Kadisdukcapil Muna

PUBLIKSATU.COM, MUNA.- Buntut pemblokiran jaringan pencetakan KTP-el yang dilakukan Dirjen Dukcapil Kemendagri membuat Pemkab Muna mengembalikan Abdul Munir ke jabatan Kadisdukcapil.

Munir dilantik seorang diri oleh Sekda Muna, Nurdin Pamone, Kamis (11/10) sekira pukul 17.30 Wita di kantor Setda. Pelantikan itu terbilang mendadak. Munir sendiri kaget mendapat panggilan untuk dilantik di sore hari. Dengan kembalinya Munir di Dukcapil, maka jabatan Kadis Kominfo terpaksa dikosongkan.

Tak banyak kata yang diucapkan sekda saat melantik Munir. Jendaral ASN itu hanya menyampaikan, pelantikan ini sesuai aturan.

Satu jam setelah Munir dilantik, Dirjen Dukcapil Kemendagri langsung mengaktifkan kembali jaringan pencetakan KTP-el yang terhitung sudah dua hari diblokir. Untuk membuka blokir itu, Dirjen Dukcapil meminta agar foto pelantikan dan SK dikirim.

“Karena SK belum ada, kita hanya mengirim foto pelantikan. Pihak Dirjen pun menyakini itu dan langsung mengaktifkan kembali jaringan pencetakan KTP-el, ” kata Munir.

Pasca pengaktifan jaringan pencetakan KTP-el, operator Disdukcapil langsung bekerja. Data-data kependudukan masyarakat sudah menumpuk. Nah, untuk menyelesaikan itu, mulai Jumat (12/10), pihak Disdukcapil akan kerja lembur. “Kami akan tetap kerja di hari Sabtu dan Minggu,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Muna, Awal Jaya Bolombo menilai langkah Pemkab mengembalikan Munir sebagai Kadisdukcapil sudah tepat. Karena kalau dibiarkan berlarut-larut, pelayanan akan lumpuh total. Apalagi ini menyangkut pelayanan dasar. “Sejak awal saya katakan, ketika hari ini Munir dilantik kembali, maka jaringan pencetakan KTP-el langsung diaktifkan dan itu terbukti,” ujarnya.

Pria yang kerap disapa AJB itu sejak awal sangat menyangsikan pergantian Munir, karena jelas-jelas menyalahi aturan. Ini membuktikan, bobroknya kinerja Pemkab dalam hal ini Baperjakat.

“Di sini sudah kelihatan, banyak yang tidak tahu aturan sehingga pak bupati ikut terbawa-bawa, padahal beliau (bupati) tidak tahu apa-apa. Ini semua ulah pembisik yang tanpa disadari merusak bupati,” ungkapnya.

Politisi Demokrat itu berharap kejadian ini tidak terulang lagi. Soal mutasi sah-sah saja dilakukan. Asalkan memenuhi aturan. “Kalau sesuai aturan, lakukan. Tapi jangan ulangi lagi seperti ini,” tutupnya. (cr1)

Topik
Lagi

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker