Baubau

Musim Hujan, BPBD Baubau Gelar Sosialisasi Kebakaran Hutan

PUBLIKSATU.COM, BAUBAU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara menggelar sosialisasi kebakaran hutan dan lahan yang berlangsung di salah satu hotel Baubau, Kamis (6/12/18).

Giat ini dibuka oleh Wakil Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse. Ia mengungkapkan pentingnya edukasi kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebakaran hutan dan lahan.

Menurutnya kebakaran hutan bisa berdampak luas dalam kehidupan masyarakat baik dari sisi ekonomi, kesehatan dan ekologis. Ketika kebakaran hutan itu mengakibatkan polusi dalam kapasitas yang sangat besar pasti akan mengakibatkan gangguan di beberapa sektor seperti jalur penerbangan dan jalur transportasi lainnya.

“Jalur penerbangan dan transportasi itu merupakan penunjang dari perekonomian. Dan dari kesehatan polusi yang tinggi bisa mengakibatkan ISPA, bisa mengakibatkan gangguan pada paru-paru manusia,dan masalah-masalah kesehatan lainnya,” ujar La Ode Ahmad Monianse.

“Menjauhkan sumber api dari hutan sehingga tidak boleh ada aktivitas yang tidak terkendali, dan penggunaan api di hutan,” pintanya.

Lanjut Monianse meminta kepada peserta sosialisasi, para lurah agar bisa menyampaikan informasi kepada masyarakat akan pentingnya menjaga hutan dari kebakaran. Ia berharap masyarakat tidak melakukan pembersihan lahan dengan cara membakar.

“Mereka melihat hal yang paling mudah dan murah untuk membersihkan lahan adalah bakar, hanya dengan satu biji korek, sudah bisa membersihkan beberapa hektar lahan dari pada menyewa orang untuk membersihkan lahan, berapa biayanya,” ungkapnya.

“Harapannya kepada sejumlah stakeholder. Pertama, memiliki pemahaman yang sama tentang beberapa aturan yang mengatur tentang pemanfaatan hutan. Kedua, pengambil keputusan di tingkat kelurahan bisa menyosialisasikan tentang bahaya kebakaran hutan serta dampaknya kepada masyarakat luas dan menyosialisakan ancaman hukuman bagi yang melakukan pembakaran hutan,” terang Monianse.

Namun terlepas dari itu, koneksinya dengan kebakaran hutan dan penanggulangan bencana yakni musim penghujan.

Diketahui saat ini menurut prakiran Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akhir tahun 2018 sudah masuk musim hujan. Intensitas dan curah hujan pada beberapa daerah di Indonesia kian meningkat, begitu pula dengan Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. (Cro1)

Topik
Lagi

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker