Tajuk

Naga Pantai Kamali yang Terabaikan

DULU ‘engkau’ begitu indah. Dulu engkau dibanggakan. Itu dulu.

Sekarang, ‘engkau’ bagaikan barang bekas yang tidak terpakai. Terabaikan.

Kondisi diatas merupakan gambaran Patung Naga Pantai Kamali Kota Baubau. Patung yang berdiri tegak di pusat kota. Patung yang menjadi ikon kota pemilik benteng terluas di dunia.

Dulunya, patung yang identik cat hijau ini begitu indah dipandang mata. Ada kolam serta air mancur yang keluar dari mulut sang naga. Bagi masyarakat yang berkunjung, sudah pasti rugi jika tak mengabadikannya dengan berfoto.

Sayangnya, dalam beberapa tahun, patung setinggi 5 meter ini dalam kondisi tak terawat. Kolamnya mengering. Air mancur tak tampak lagi. Pagar pembatas kolam rusak. Tak ada lampu penghias.

Muncul pertanyaan, apakah ini sengaja ditelantarkan atau tak ada anggaran untuk memperbaiki?

Pemerintah tak boleh menutup mata. Pasalnya, patung ini merupakan kebanggaan masyarakat Kota Baubau. Banyak wisatawan penasaran bagaimana rupa asli patung naga. Kita tidak ingin ada yang kecewa begitu melihat kondisinya saat ini.

Patung ini jangan hanya sebatas ikon semata, tapi niat untuk menghidupkannya kembali harus ada.

Tentu publik berharap banyak terhadap pemerintahan saat ini, AS Tamrin-La Ode Ahmad Monianse. Patung Naga Pantai Kamali harus berjaya kembali. Terlebih, AS Tamrin merupakan periode keduanya memimpin Kota Baubau. Gebrakannya mesti kita tunggu. (***)

Topik
Lagi

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker